Kotacane – Situasi dan kondisi masyarakat Indonesia saat ini memang sedang dihadapan dengan ekonomi yang kurang baik. Inflasi dan kenaikan harga bahan pokok, menjadi pemicu paling besar, sementara pendapatan rakyat masih stagnan, tidak mengalami penambahan yang signifikan.
Hal itu disampaikan Anggota DPR-RI H. Muslim Ayub, SH, MM pada kegiatan sosialisasi Empat Pilar kebangsaan MPR RI di Offroom Dinas Pendidikan, Aceh Tenggara, Selasa (2/9/2025).
Kata Muslim, kondisi ini akan lebih mudah dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk mengajak rakyat marah, baik melalui media sosial maupun provokasi langsung pada masyarakat.
“Makanya masyarakat harus cerdas dalam menjaring informasi jangan mudah terpengaruh dengan kabar hoax yang belakangan ini sangat banyak beredar di media sosial,” kata Muslim Ayub.
Disampaikan, dirinya sebagai wakil rakyat Aceh di DPR RI punya tugas untuk menjadikan kebijakan yang diberi dapat menperingan beban masyarakat, dan tentu, itu hanya dapat dilakukan bila ada dorongan kuat dari masyarakat itu sendiri.
“Sila ketiga Pancasila sangat jelas, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, yang menjadi pegangan dalam memenuhi kebutuhan rakyat,” untuk Muslim Ayub.
Makanya, dia meminta kepada masyarakat, khususnya masyarakat di Aceh Tenggara, tetap berpegang kuat pada Pancasila dan UUD 1945 dalam kehidupan sehari-hari, sebab itulah landasan kita menata kebutuhan sehari-hari.
“Sampaikan aspirasi dengan bijak, tugas DPR menyampaikan dan mendorong pemerintah untuk menjalaninya,” ujarnya.
Menurut Muslim, berpedoman pada Pancasila dan UUD 45 memang keharusan, apalagi dalam menata kehidupan. Sehari-hari yang saat ini sangat banyak gangguan, sebab pada era ini masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi, bahkan sebuah kejadian di manapun dapat diketahui dalam hanya hitungan jam.
“Tinggal disaring, jangan menerima informasi dengan mudah, pastikan kebenarannya, agar kita masuk dalam kelompok yang mendapat informasi benar,” demikian Muslim Ayub.
Hadir pada kegiatan tersebut, para rokok dan perwakilan masyarakat dari kampung-kampung di Aceh Tenggara, mahasiswa, serta ulama. []










