BANDA ACEH – Demontrasi yang berlangsung di DPR Aceh pada Senin 1 September 2025 berakhir ricuh pada Senin malam.
Demontrasi ini awalnya berlangsung tertib pada Senin siang. Dari 81 Anggota DPR Aceh, ternyata hanya sekitar 20 orang yang berani turun menemui massa. Selebihnya tak terlihat di depan Gedung DPR Aceh.
Ada yang memilih berdiam diri di ruang komisi atau fraksi. Ada juga yang memiliki tak datang sama sekali ke DPR Aceh pada hari yang sama.
Pantauan wartawan atjehwatch di lapangan pada Senin siang, mereka yang turun menemui massa adalah;
1. Zulfadhli (PA)
2. Yah Fud (Nasdem)
3. Ali Basrah (Golkar)
4. Salihin (PKB)
5. Muhammad Raji Firdana (Nasdem)
6. Nurchalis (Nasdem)
7. Zamzami (Nasdem)
8. Bunda Salma (PA)
9. Ceulangik (PA)
10. Tgk. Muhar (PA)
11. Bg Adek (Golkar)
12. Irfansyah (PA)
13. H. Hendri (PA)
14. Kak Iin (PA)
15. Dony Arega Rajes (PKB)
16. Abdurraman (Gerindra)
17. Khairil Syahrial (Gerindra)
18. Abu Heri (PA)
19. Hadi Surya (Gerindra)
20. Irpannusir (PAN)
Ketua DPR Aceh, Zulfadhli atau akrab disapa Abang Samalanga, bahkan tampil ke depan massa dan meminta ‘tambahan’ tuntutan “poin Aceh pisah dari pemerintah pusat.”
“Aku minta satu lagi pisah aja Aceh sama pusat, tulis biar aku teken,” ucapnya yang menimbulkan riuh dari massa yang hadir.










