Kabar mutasi datang dari pejabat di lingkup Pemerintah Aceh. Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem mengganti sejumlah pejabat teras di lingkup Pemerintah Aceh.
Salah satu di antaranya adalah Alhudri. Ia dikabarkan kembali dicopot dari jabatan Staf Ahli Bidang Keistimewaan Aceh, Sumber Daya Manusia, dan Hubungan Kerjasama Setda Aceh.
Alhudri adalah pejabat yang cukup senior di lingkup Pemerintah. Ia juga memperoleh sejumlah jabatan mentereng sejak zaman Doto Zaini-Mualem berkuasa dulu.
Konon, di masa Zaini Abdullah berkuasa, ia sudah termasuk dalam daftar loyalis Mualem. Karier ASN-nya sempat tersendat ketika Doto Zaini-Mualem ‘pisah rajang’ di pertengahan pemerintahan.
Selama dua tahun terakhir, Alhudri juga pernah ditampuk sebagai Kadis Pendidikan Aceh, Penjabat Bupati Gayo Lues dan Plt Sekda 28 hari.
Bicara soal loyalitas, Alhudri termasuk birokrat yang menyatakan sikap tegas meskipun masih berstatus sebagai abdi negara.
Pada pilkada 2024 lalu, cinta Alhudri terhadap sosok Mualem full 1000 persen. Itu diungkapkannya dalam sejumlah kesempatan di wilayah tengah Aceh.
“Kami kalau mendukung Mualem seribu persen.”
Pernyataan tersebut disampaikan Alhudri kepada wartawan usai dirinya bersama Alaidin Abu Abbas mendaftarkan diri sebagai calon Bupati dan Wakil Aceh Tengah ke kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat, Kamis 29 Agustus 2024.
“Jangan mendukung calon-calon yang zolim,” teriak Alhudri disambut tepuk tangan ribuan pendukungnya saat itu. Tak jelas siapa calon Zolim yang dimaksud oleh Alhudri saat itu. Yang jelas hanya ada dua pasang calon gubernur dan wakil gubernur Aceh di pilkada 2024 lalu. Selain Muzakir-Dek Fadh, ada Bustami-Fadhil Rahmi yang menjadi seteru saat itu.
“Kami mendukung Mualem. Kami mendukung Mualem,” ujarnya saat itu.
Meski masih berstatus sebagai ASN, Alhudri sendiri mencalonkan diri sebagai calon bupati Aceh Tengah saat itu dan akan berpasangan dengan Alaidin Abu Abbas. Ia kabarnya bakal mundur dari ASN.
Namun, berdasarkan pengakuan orang dekat Al-Hudri, rencana tersebut kemudian batal usai Al-Hudri bertemu dengan sosok penting di lingkaran Mualem-Dek Fadh.
“Al Hudri dijanjikan posisi Sekda,” ujar sumber atjehwatch.com.
Logikanya, Al Hudri harus mundur dari ASN jika terjun ke politik. Padahal kariernya masih panjang, apalagi jika Mualem-Dek Fadh terpilih.
“Sedangkan untuk terpilih sebagai bupati Aceh Tengah juga berat. Lebih baik ‘logistiknya’ dipakai untuk pemenangan Mualem-Dek Fadh di wilayah tengah. Jabatan Sekda dalam genggaman,” cerita sumber tadi.
Maka hingga penutupan calon bupati Aceh Tengah, Al-Hudri tidak mendaftar. Hal ini sempat membuat beberapa partai politik yang pernah menyatakan dukungan naik pitam. Namun Al-Hudri tak peduli.
Alhudri sendiri bergerak di belakang layer untuk pemenangan Mualem-Dek Fadh. Ia melakukan konsolidasi massa secara diam-diam. Di sisi lain, ia menyadari bahwa Aceh Tengah sendiri sejak 2007, bukanlah basis dari Partai Aceh dan calon yang diusung Partai Aceh selalu kalah di wilayah tengah.
Alhasil, Mualem-Dek Fadh menang tipis di wilayah Aceh Tengah yang digawangi oleh Al Hudri Cs. Mualem-Dek Fadh justru kalah di Bener Meriah yang digawangi Tagore Cs.
Jabatan Sekda Aceh kian dekat dalam ‘genggaman’ Al Hudri.
Berdasarkan sumber wartawan, Al Hudri kian jor-joran kepada tim saat hasil hitungan sejumlah daerah menyatakan Mualem-Dek Fadh hampir dinyatakan menang.
Di awal pemerintahan Mualem, cinta Al-Hudri kian bersemi saat dirinya dilantik sebagai Plt Sekda Aceh oleh wakil gubernur Aceh pada Rabu 19 Februari 2025. Namun naas, cinta Al Hudri ternyata bertepuk sebelah tangan.
Mualem kemudian mencopot Al Hudri dari posisi plt Sekda Senin 17 Maret 2025. Alasannya, Mualem tak nyaman dengan Al Hudri.
Al Hudri kecewa. Namun sejumlah jajaran Timses berbisik bahwa sosok Al Hudri-lah nanti yang akan dilantik sebagai Sekda definitif. Nasir hanya sementara.
Namun lagi-lagi, Muzakir Manaf justru melantik M. Nasir S.IP., M.PA., sebagai Sekda Aceh definitif di Anjong Mon Mata, Pendopo Gubernur Aceh, pad Jumat sore 15 Agustus 2025 lalu.
Kini setelah semua hal yang terjadi, kabarnya Mualem kembali mencopot Al Hudri dari posisi staf Ahli.
Cinta Al-Hudri benar-benar tak terbalas.










