SIGLI – Waduk Blang Gunci tidak berfungsi hingga petani di 5 gampong dalam kemukiman Kunyet kecamatan Padang Tiji gagal panen di musim rendeng. Pemerintah daerah kabupaten Pidie diharapkan peduli ke petani setempat.
Hal itu dikatakan oleh Keuchik Blang Gunci Abdul Muthaleb kepada Atjehwatch.com Jum’at 4 September 2025.
Dikatakannya, Bendungan Waduk Blang Gunci harusnya dikeruk hingga tidak tertimbun ditutupi lumpur tanah. Aliran air ke anak sungai atau saluran cacing yang dialirkan ke sawah-sawah warga tidak lagi mengalir, air pun kering.
“Petani di 4 Desa (Gampong) Paya Pie, Blang Gunci, dan Kambuk Nicah, Gampong Seunadu dalam kemukiman kunyet, cuma dari curah hujan yang mampu kami harapkan untuk bertani di dari zaman dulu hingga saat ini, Waduk Blang Gunci tidak berfungsi lagi banyak saluran tersumbat dan semakin dangkal ditutupi lumpur tanah, tidak ada pemeliharaan dari Pemerintah Daerah, aneh tapi itu nyata,” katanya.
Seharusnya, Pemerintah Daerah demi kepentingan dan kemakmuran masyarakat petani di lima desa benar-benar memanfaatkan berfungsi dengan memelihara waduk Blang Gunci itu tidak terbengkalai seperti saat ini.
“Tahun ini para petani gagal panen padi yang ditanam mati sebelum musim panen tiba, itu semua efek dari kekurangan air untuk di alirkan ke sawah-sawah masyarakat di lima Desa (Gampong) dalam kemukiman kunyet, para petani sangat berharap Pemerintah Daerah memperhatikan, menghiraukan Waduk Blang Gunci demi kemaslahatan Ummat,” ujar Abdul Muthaleb.
Diketahui, Waduk Blang Gunci dibangun pada tahun 2009 sampai 2016 yang menyerap anggaran miliaran rupiah
“Bayak anak sungai atau saluran yang mengairi ke sawah-sawah petani di empat Gampong dalam kemukiman kunyet sudah lapuk dimakan usia, sungguh sangat perlu diperbaiki oleh pemerintah Daerah agar petani tidak gagal panen,” kata Abdul Muthaleb Keuchik Blang Gunci.[Mul]










