MEUREUDU – Dalam rangka menjaga ketahanan pangan di kabupaten Pidie Jaya, Dinas Pertanian dan Pangan setempat meminta masyarakat jangan alih fungsikan lahan produktif ke non pertanian.
Hal itu dikatakan Kadis Pertanian dan Pangan kabupaten Pidie Jaya, drh Muzakkir MM, pada Atjehwatch.com, Kamis 26 September 2025.
Di Pidie Jaya, kata dia, masyarakat turun temurun bekerja di pertanian, jika lahan produktif dialih fungsikan, pengurangan pendapatan masyarakat akan berkurang, jika pendapatan masyarakat maka saya beli akan lesu, ekonomi akan lemah.
“Alih fungsi lahan bisa dilakukan untuk kepentingan umum seperti bagun rumah sakit, penanggulangan bencana, darurat militer, bagun gedung perkantoran, rumah sekolah, bagun masjid, itu disebut dalam Undang-undang nomor 41 tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan,” kata Muzakkir.
Dalam Undang-undang itu dijelaskan selagi untuk bertujuan melindungi lahan pertanian pangan dari alih fungsi, menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan petani dengan mengendalikan dan memberikan ganti rugi jika lahan pertanian pangan berkelanjutan.
“Tugas kami dari dinas pertanian mencari lokasi-lokasi yang potensial yang cocok secara petunjuk teknis untuk perluasan area lahan baru. Kita sudah sisir seluruh Pidie jaya, baru dapat lahan sekitar 26 hektar lebih kurang dan pihak Pemerintah akan terus cari lokasi baru di mana ada potensi untuk kita usulkan ke pemerintah pusat di tahun 2026,” ujar Muzakkir.
Dijelaskannya, masyarakat harus paham ketika tidak ada izin IMB jangan membangun di area produktif, dikarenakan pada dasarnya ketika ada area sawah untuk pengurusan IMB itu harus ada rekomendasi dari dinas pertanian.
“Ketika konversi lahan sawah yang dilakukan secara sepihak baik oleh pengembang maupun oleh pihak-pihak lain itu harus ditutupi dengan perluasan dengan cara meningkatkan produksi pertanian melalui teknologi baru, intensifikasi, atau ekstensifikasi lahan sawah, serta melakukan redistribusi lahan atau pengadaan lahan sawah baru agar ketersediaan pangan tetap terjaga dan krisis pangan tidak terjadi.”
“kami terus berupaya supaya masyarakat kita sadar betul bahwa untuk mencetak sawah baru itu bukanlah pekerjaan gampang, ada hal-hal yang harus kita penuhi, seperti ada sumber air untuk mengairi untuk tanam padi, fokus kita cetak sawah dulu untuk tanam padi bukan untuk tanaman palawija di kabupeten Pidie jaya,” kata Muzakkir Kadis Pertanian dan Pangan Pidie Jaya.[Mul]










