Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

[Opini] Layanan Home Visit, Sarana Komunikasi Guru dan Orang Tua

redaksi by redaksi
15/10/2025
in Opini
0
[Opini] Layanan Home Visit, Sarana Komunikasi Guru dan Orang Tua

Oleh Henni Nahera Siregar S.Pd., M.Pd. Penulis adalah Kepala SMA Negeri 2 Idi, Aceh Timur.

KEGIATAN kunjungan rumah atau home visit merupakan salah satu layanan pendukung dari kegiatan bimbingan dan konseling yang dilakukan oleh kepala sekolah, wali kelas dan guru BK dengan mengunjungi orang tua/tempat tinggal siswa.

Kunjungan rumah adalah salah satu cara untuk menjalin komunikasi antara orang tua, siswa dan guru karena melakukan komunikasi langsung dengan orang tua siswa perlu dibangun dengan baik dan harmonis.

Menurut Prayitno (2015:2) home visit merupakan upaya yang dilakukan untuk mendeteksi kondisi keluarga dalam kaitannya dengan permasalahan individu yang menjadi tanggung jawab konselor (guru BK) dalam pelayanan konseling.

Home visit merupakan kegiatan pendukung dalam pelaksanaan layanan bimbingan konseling.

Dengan kegiatan ini diharapkan akan diperoleh berbagai informasi atau data yang dapat digunakan untuk lebih mengefektifkan layanan konseling dan dapat mendorong kerjasama dari orang tua (dan anggota keluarga lainnya) untuk memenuhi kebutuhan anak atau individu yang bermasalah.

Home visit tidak harus dilaksanakan dengan mengunjungi rumah siswa, melainkan dapat dengan mengundang orang tua siswa atau anggota keluarga ke sekolah.

Home visit dapat diganti dengan “undangan terhadap anggota keluarga” (Prayitno, 2017: 296).

Ada tiga tujuan utama kegiatan home visit yaitu, memperoleh data tambahan tentang permasalahan siswa yang menyangkut keadaan rumah atau orang tua, menyampaikan kepada orang tua tentang permasalahan yang sedang dialami siswa dan membangun komitmen orangtua terhadap penanganan masalah anaknya (Prayitno dan Erman Amti (2004: 324)).

Perolehan hasil home visit kemudian di evaluasi, di analisis dan ditindak lanjuti untuk menentukan cara terbaik demi kepentingan pengentasan permasalahan siswa.

Menjalin komunikasi antara orangtua siswa dengan guru merupakan salah satu realisasi dari akuntabilitas sekolah.

Untuk mendapatkan data dan keterangan siswa serta memahami permasalahannya secara tepat serta mengetahui perilaku dan hal yang dilakukan anak selama di sekolah maupun di rumah, maka diperlukan hubungan dan komunikasi yang baik antara guru dan orangtua.

Disadari atau tidak masih banyak keluarga atau lingkungan rumah yang bermasalah sehingga menimbulkan permasalahan bagi siswa terutama dalam proses belajar di sekolah.

Sumber permasalahan yang dialami siswa dapat dilihat dari mana masalah itu datang, bisa dari hubungan sosial siswa, lingkungan belajar di sekolah atau bahkan hubungan dalam keluarga.

Beberapa hal yang menjadikan pertimbangan diperlukannya home visit, yaitu jika: pertama, permasalahan yang dihadapi siswa ada kaitannya dengan masalah keluarga.

Kedua, keluarga sebagai salah satu sumber data yang dapat dipercaya tentang keadaan siswa.

Ketiga, dalam kegiatan bimbingan diperlukan kerja sama dengan orang tua.

Keempat, faktor situasi keluarga memegang peranan penting. Kelima, siswa hanya mau diajak bicara jika di rumah.

Adakalanya masalah yang sering dialami oleh siswa sehingga perlu diadakannya home visit antara lain: (1). Siswa yang malas mengikuti pelajaran dan memilih untuk bolos jam pelajaran.

(2). Siswa yang tidak masuk sekolah tanpa keterangan, (3). Siswa yang dari rumah berangkat namun tidak sampai di sekolah, (4). Siswa yang kurang disiplin seperti, sering terlambat, berpakaian tidak sesuai ketentuan, tidak membuat tugas sekolah,

(5). Keadaan keluarga yang kurang/tidak harmonis, tidak ada atau kurangnya komunikasi anak dengan orang tua sehingga mengganggu kehidupan efektif sehari-hari siswa.

(6). Adanya orang tua yang terlalu sibuk dengan urusannya sendiri, sehingga tidak memperhatikan prestasi anaknya yang rendah. (7). Lingkungan pergaulan siswa diluar sekolah yang kurang mendukung.

Agar komunikasi melalui home visit dapat memperoleh hasil yang diinginkan, guru perlu mengetahui kondisi masing-masing orang tua yang pasti berbeda.

Tiap keluarga memiliki kondisi yang berbeda, maka berkomunikasi dengan masing-masing orang tua siswa akan berbeda satu dengan lainnya.

Mengenal kondisi orang tua begitu juga dengan anaknya terlebih dahulu akan memudahkan guru dalam membangun komunikasi.

Dengan begitu akan tercipta kedekatan melalui inti pembicaraan dengan tema masing-masing orang tua siswa berikut anaknya.

Menciptakan kenyamanan dalam berkomunikasi memerlukan empati. Kesediaan orang tua untuk diajak komunikasi akan menjadi lebih nyaman.

Kenyamanan dalam komunikasi dapat diupayakan melalui, guru harus memiliki informasi tentang kondisi/keadaan orangtua, memegang asas kerahasiaan apa yang disampaikan orangtua maupun siswa sebagai bentuk penghormatan privasi.

Guru juga perlu berhati-hati dalam membicarakan dan menyampaikan permasalahan informasi akademik kepada orangtua.

Dengan upaya diatas diharapkan orang tua akan merasa nyaman berdiskusi atau berbicara apa pun tanpa takut diketahui orang tua lain maupun siswa lain.

Idealnya komunikasi yang efektif dapat mengoptimalkan interaksi antara berbagai komponen pendidikan sehingga tercipta kebersamaan dalam proses belajar mengajar untuk mencapai hasil yang maksimal.

Home visit akan menjadi lebih berarti jika bisa berkerja sama dengan guru mapel dan wali kelas serta dukungan dari sekolah.

SMA Negeri 2 Idi Kabupaten Aceh Timur, kepala sekolah bersama wali kelas dan guru Bimbingan Konseling (BK) telah melalukan home visit ke rumah orang tua siswa.

Dari kunjungan itu, banyak sekali-hali yang ditemukan terutama faktor ekonomi orang tua, kondisi rumah yang sangat memprihatinkan, sampai persoalan tidak adanya alat transportasi siswa ke sekolah.

Sehingga dari home visit itu, diketahui mengapa siswa tersebut terlambat datang ke sekolah, semangat belajarnya menurun, bahkan sering tidak mengikuti kegiatan belalar mengajar di sekolah.

Justru itu, kepala sekolah bersama wali kelas dan guru BK dan semua dewan guru dalam rapat akan membahasnya dan mencari solusi atau jalan terbaik mengatasi permasalahan tersebut.

Kita bisa merekomendasikan persoalan yang dihadapi oleh siswa misalnya, faktor ekonomi orang tua bisa disampaikan kepada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Timur untuk diteruskan ke Dinas Pendidikan Aceh dan disampaikan kepada Pemerintah Aceh.

Demikian juga untuk di daerah, walau pun jenjang pendidikan menengah ditanagani oleh provinsi, tapi persoalan ekonomi orang tua adalah bagian tanggungjawab dari Pemerintah Kabupaten Aceh Timur.

Untuk menyelesaikan permasalahan ini, pihak sekolah harus bekerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah, Pemerintah Kabupaten serta semua stakeholders pendidikan agar terwujudnya kesejahteraan masyarakat, sehingga pendidikan anak semakin baik.

Previous Post

Sengketa Tanah 110 Hektare di Aceh Berujung Damai di PN Lhoksukon

Next Post

Polisi Gerebek Dua Lokasi di Tanah Jambo Aye, Tiga Pria ditangkap

Next Post
Polisi Gerebek Dua Lokasi di Tanah Jambo Aye, Tiga Pria ditangkap

Polisi Gerebek Dua Lokasi di Tanah Jambo Aye, Tiga Pria ditangkap

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Nyan, BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh

Nyan, BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh

22/07/2026
Terduga Pelaku Perampokan di Tokoh Emas Tapaktuan Ditangkap Polisi

Senjata Oknum Polisi Perampok Toko Emas di Aceh Milik Polri

22/07/2026
Imigrasi Meulaboh Aceh Deportasi WNA Vietnam karena Overstay

Imigrasi Meulaboh Aceh Deportasi WNA Vietnam karena Overstay

22/07/2026
Karhutla Landa 3 Kecamatan di Aceh Barat

Karhutla Landa 3 Kecamatan di Aceh Barat

22/07/2026
Krak, Biaya Pemulangan Jenazah dan Transportasi Pendamping Pasien Disepakati Masuk APBA-P

Krak, Biaya Pemulangan Jenazah dan Transportasi Pendamping Pasien Disepakati Masuk APBA-P

22/07/2026

Terpopuler

BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

21/07/2026

[Opini] Layanan Home Visit, Sarana Komunikasi Guru dan Orang Tua

Kapaloe, Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur

Rp4,65 Miliar Dana Umat Siap Disalurkan, Baitul Mal Pidie Perketat Verifikasi demi Cegah Salah Sasaran

DPRK Pidie Warning Baitul Mal: Jangan Sampai Bantuan Salah Sasaran

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com