Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Tengah

APH Diminta Tetap Selidiki Dugaan Penyimpangan Proyek Penanganan Longsor Pameu-Genting Gerbang

redaksi by redaksi
27/10/2025
in Lintas Tengah
0
APH Diminta Tetap Selidiki Dugaan Penyimpangan Proyek Penanganan Longsor Pameu-Genting Gerbang

BANDA ACEH – DPW Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (Alamp Aksi) Aceh meminta aparat penegak hukum untuk tetap melakukan penyelidikan mendalam atas dugaan penyimpangan pada proyek penanganan longsor di jalur Pameu-Genting Gerbang. Desakan ini disampaikan menyusul klarifikasi kontraktor melalui media online yang dinilai belum menjawab sejumlah temuan teknis serta indikasi pelanggaran prosedur di lapangan.

Ketua DPW Alamp Aksi Aceh, Mahmud Padang, mengatakan pihaknya menerima informasi serta dokumentasi yang menunjukkan dugaan bahwa pekerjaan pondasi tiang bore file pada bagian lereng proyek tidak sesuai dengan spesifikasi teknis sebagaimana tercantum dalam dokumen perencanaan. Menurut laporan warga dan tenaga teknis di lapangan, pemasangan bore file yang seharusnya memiliki kedalaman enam meter diduga hanya masuk lima meter. Setelah itu, tulangan diduga dipotong di permukaan dan lubang langsung dicor sehingga terlihat seolah-olah telah selesai terpasang sempurna.

“Apabila benar bore file dipasang tidak sesuai kedalaman dan tulangan tidak tertanam penuh hingga ke dasar fondasi, maka kekuatan struktur penahan tebing tentu tidak terjamin. Ini bukan sekadar kekurangan mutu, tetapi menyangkut keselamatan publik yang menggunakan jalan tersebut setiap hari,” kata Mahmud di Banda Aceh, Minggu malam, 26 Oktober 2025.

Mahmud menyebut penggunaan casing bore yang diduga tidak sesuai ukuran desain menyebabkan rangka besi tulangan bore file tidak dapat masuk ke dalam lubang yang dibor. Kondisi itu berpotensi menyebabkan struktur inti penahan tanah tidak memiliki kekuatan tekan dan tarik yang seharusnya. Menurut Mahmud, dugaan tindakan memotong tulangan lalu melakukan pengecoran langsung di permukaan justru menyembunyikan kondisi tersebut dari pengawasan kasat mata.

Selain itu, Alamp Aksi juga menyoroti adanya dugaan penggunaan material pasir dan batu yang berasal dari sumber galian C tidak berizin. Penggunaan material ilegal, menurut Mahmud, bukan hanya melanggar ketentuan perundang-undangan, tetapi juga dapat mempengaruhi kualitas konstruksi karena tidak melalui proses uji mutu sebagaimana yang dipersyaratkan dalam proyek konstruksi negara.

Pihaknya juga menerima laporan dugaan penggunaan bahan bakar minyak untuk alat berat yang tidak sesuai jalur distribusi resmi. Jika benar, kata Mahmud, praktik tersebut berkaitan dengan tindak pidana di sektor migas yang harus ditelusuri oleh aparat penegak hukum.

Proyek Penanganan Longsoran Pameu–Genting Gerbang Tahap II dengan pagu anggaran Rp7,401 miliar tersebut berada di bawah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Aceh dan dikerjakan oleh CV. KHANA Prakarsa berdasarkan kontrak tertanggal 31 Juli 2025 dengan masa kerja 150 hari kalender.

Mahmud menilai klarifikasi kontraktor belum memberikan jawaban teknis yang dapat dibuktikan secara faktual di lapangan. Untuk itu, ia meminta Kejaksaan Tinggi Aceh, Polda Aceh, Inspektorat, dan BPKP melakukan audit fisik sebelum pekerjaan dinyatakan selesai dan diserahterimakan.

“Hal ini bukan sekadar persoalan administrasi pengadaan. Jalan ini digunakan masyarakat umum. Jika struktur penahan tidak memiliki kekuatan memadai, risiko longsor kembali dapat terjadi kapan saja. Karena itu, penyelidikan harus dilakukan menyeluruh dan transparan,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan bahwa pengawasan publik terhadap proyek infrastruktur harus terus diperkuat, terlebih proyek yang terkait langsung dengan keselamatan masyarakat.

“Kami berharap aparat penegak hukum tidak hanya berhenti pada klarifikasi tertulis pihak pelaksana. Harus ada uji teknis dan pemeriksaan lapangan. Keselamatan warga tidak boleh ditutup oleh narasi formal semata,” tegasnya.

Previous Post

Gempa M 4,7 Getarkan Melonguane Sulawesi Utara

Next Post

Bupati Mirwan Minta SKPK Percepat Kinerja Demi Aceh Selatan Maju dan Produktif

Next Post
Bupati Mirwan Minta SKPK Percepat Kinerja Demi Aceh Selatan Maju dan Produktif

Bupati Mirwan Minta SKPK Percepat Kinerja Demi Aceh Selatan Maju dan Produktif

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Wakil Bupati Aceh Besar Serahkan SK Pembentukan Tim Pemekaran DOB Seuramoe Aceh

Wakil Bupati Aceh Besar Serahkan SK Pembentukan Tim Pemekaran DOB Seuramoe Aceh

29/03/2026
Penyintas Bencana Aceh Timur Beralih Profesi Jadi Buruh Kayu

Pemulihan Aceh Pasca Banjir Dinilai Belum Maksimal

29/03/2026
GAPELMABDYA Minta Pihak Terkait Harus Serius Tindaklanjuti Kasus Lakalantas Dump Truk LKT

GAPELMABDYA Minta Pihak Terkait Harus Serius Tindaklanjuti Kasus Lakalantas Dump Truk LKT

29/03/2026
Ohku, Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Aceh Selatan Ternyata ODGJ

Ohku, Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Aceh Selatan Ternyata ODGJ

29/03/2026
Sat Samapta Polres Aceh Barat Antisipasi Kriminalitas di Sejumlah Titik Strategis

Sat Samapta Polres Aceh Barat Antisipasi Kriminalitas di Sejumlah Titik Strategis

29/03/2026

Terpopuler

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

Truk Hauling LKT Hantam Becak Motor, Satu Nyawa Melayang

[Opini] Sinkronisasi Antara Logika & Retorika

Prof Saifullah Resmi Mendaftar sebagai Calon Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030

Teungku Muhammad Nur: Aktivis Dayah Jadi Direktur di PT PEMA

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com