BLANGPIDIE – Tiga orang tokoh Seni Budaya Aceh menjadi Juri pada perlombaan Pagelaran Seni Budaya dan UMKM Expo yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten setempat, Sabtu malam (01/11/2025).
Tiga orang juri tersebut ialah, Rusdy Ahmad, yakni Ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA) Kabupaten Abdya, Iman Juaini, MA yang merupakan Juri dari Provinsi Aceh, salah satu pakar Rapai Geleng dan Syeh Nasrudin (Pembina Sanggar Seni Rapai Geleng Bujang Juara, yang juga turunan ke 5 dari penggarap pertama Rapai Geleng.
Perlombaan Rapai Geleng tersebut juga disaksikan langsung oleh Ketua Panitia Pagelaran Seni Budaya dan UMKM Expo, Gusvizarni, S. Pd yang juga merupakan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat Daya.
Untuk diketahui, ada 19 grup Rapai Geleng tingkat SD, SMP, dan SMA sederajat yang sedang bersaing di pentas utama Abdya Meusyuhu di Gor Sigupai Arena, Guhang Blangpidie tempat Pagelaran Seni Budaya dan UMKM Expo tersebut.
Adapun Grup-grup Rapai Geleng yang tampil yaitu SDN 6 Blangpidie, MIN 11 Abdya, MIN 13 Abdya, SDIT Muhammadiyah Manggeng, SDN 1 Blangpidie, dan SDN 10 Tangan-Tangan.
Kemudian, SMPN 1 Blangpidie, MTsN 1 Abdya, SMPN Unggul Tunas Bangsa, SMPN 1 Kuala Batee, MTsN 4 Abdya, SMPN 1 Manggeng, MTsN 2 Abdya, SMP Jabal Nur Jadid, SMP Rabbani Quran School, SMPN 1 Tangan-Tangan, SMAN 1 Abdya, MAN Inovasi Abdya, dan SMA Jabal Nur Jadid.
Gusvizarni mengatakan, Kabupaten Abdya dikenal dengan kekayaan budaya dan seni yang luar biasa, salah satunya Rapai Geleng dan karya-karya seni rupa dan musik nuansa lokal lainnya.
“Sanggar-sanggar seni di daerah kita memiliki peran penting tidak hanya sebagai wadah ekspresi kreatif, tetapi juga sebagai penjaga warisan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ujarnya.
Semo melalui kegiatan ini, dapat melahirkan bibit baru pelaku seni dan budaya di Abdya, sebagai upaya menghidupkan dan melestarikan budaya lokal.
“Dengan manajemen yang baik, sanggar-sanggar seni dapat menjadi lebih efektif dalam mengembangkan potensi seni dan budaya, meningkatkan kualitas karya seni, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan budaya daerah,” ucapnya.
Selain itu, dengan manajemen yang efektif juga akan membantu sanggar-sanggar seni dalam menghadapi tantangan zaman, seperti pemanfaatan teknologi digital untuk promosi dan pengembangan karya seni. Dalam konteks pembangunan daerah, seni dan budaya memiliki peran strategis dalam meningkatkan pariwisata, ekonomi kreatif, dan kesejahteraan masyarakat.
“Sanggar-sanggar seni yang dikelola dengan baik terutama Rapai Geleng dapat menjadi magnet bagi wisatawan budaya, meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap karya seni lokal, serta membuka peluang ekonomi bagi seniman dan masyarakat sekitar,” ungkapnya.










