Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

UIN Ar-Raniry Dorong Penguatan Peran Pesantren dalam Sistem Pendidikan Nasional

Atjeh Watch by Atjeh Watch
14/11/2025
in Kampus
0
UIN Ar-Raniry Dorong Penguatan Peran Pesantren dalam Sistem Pendidikan Nasional

Banda Aceh — Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menegaskan komitmennya memperkuat peran pesantren dalam sistem pendidikan nasional. Upaya ini diwujudkan melalui Halaqah Penguatan Kelembagaan Pendirian Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren, yang berlangsung di Auditorium Ali Hasjmy, Kamis (13/11).

Kegiatan tersebut diikuti pimpinan dayah, akademisi, dan pejabat Kementerian Agama. Forum ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan nasional menuju pembentukan Ditjen Pesantren, lembaga yang akan fokus mengelola dan memfasilitasi pendidikan keagamaan Islam di Indonesia.

Kepala Subdirektorat Pendidikan Muadalah dan Pendidikan Diniyah Formal Direktorat Pesantren, Dr Endi Suhendi MA menyampaikan bahwa pembentukan Ditjen Pesantren merupakan tindak lanjut amanat Presiden dalam peringatan Hari Santri Nasional.

“Hari ini kita melanjutkan proses itu, dari pengakuan secara de facto menuju penguatan de jure,” ujar Endi dalam sambutannya.

Endi menjelaskan, penguatan pesantren akan difokuskan pada tiga aspek utama yakni kelembagaan, keilmuan, dan kemandirian. Penguatan ini diharapkan menjadikan pesantren semakin adaptif terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.

Wakil Rektor II UIN Ar-Raniry, Prof Khairuddin, menilai penguatan sistem pendidikan dayah (pesantren khas Aceh) merupakan langkah penting untuk memperkuat karakter generasi muda.

“Keberadaan dayah sangat penting, bukan hanya sebagai lembaga keagamaan, tetapi juga fondasi pembentukan karakter dan akhlak masyarakat Aceh,” ujarnya.

Ia menambahkan, tradisi pendidikan dayah telah menjadi bagian dari sejarah panjang Aceh sejak masa Kesultanan, bahkan sebelum sistem sekolah modern diperkenalkan oleh penjajah Belanda.

“Dalam sejarah Aceh, dayah adalah lembaga pendidikan resmi kerajaan. Di sanalah ulama dan cendekiawan ditempa. Maka kalau bicara pendidikan karakter, dayah sudah punya sistemnya sejak dulu,” lanjutnya.

Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk Faisal Ali, menyebut pembentukan Ditjen Pesantren sebagai langkah strategis dalam memastikan mutu pendidikan Islam di Indonesia.

“Negara perlu hadir bukan untuk mengintervensi, tetapi memastikan ekosistem mutu berjalan dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman MAg menegaskan kesiapan kampusnya berperan aktif dalam penguatan kelembagaan pesantren melalui pembentukan Program dan Pusat Studi Pesantren.

“Pesantren adalah pusat pengembangan nilai, ilmu, dan karakter bangsa. Ia tumbuh dari tradisi, bergerak mandiri, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Mujiburrahman.

Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren menjadi kunci membangun pendidikan Islam yang inklusif, moderat, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Halaqah ini juga menghadirkan diskusi panel bertajuk “Penguatan Kelembagaan Pesantren untuk Pembangunan Berkelanjutan dan Kemandirian Umat.”

Turut hadir narasumber antara lain Tgk H Nuruzzahri Yahya (Waled NU), Tgk H Faisal Ali dan Irwan SHi MSi. Diskusi dipandu oleh Dr Abd Razak Lc MA Pimpinan Dayah Daruzzahidin. []

Previous Post

Pria di Aceh Barat Diciduk Polisi Usai Curi 19 Motor Beat

Next Post

Kepala Bappeda Aceh Besar: Insya Allah KUA PPAS Akan Segera Kita Serahkan

Next Post
Kepala Bappeda Aceh Besar: Insya Allah KUA PPAS Akan Segera Kita Serahkan

Kepala Bappeda Aceh Besar: Insya Allah KUA PPAS Akan Segera Kita Serahkan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Wali Nanggroe Kunjungi dan Salurkan Bantuan ke Wilayah Tengah

Wali Nanggroe Kunjungi dan Salurkan Bantuan ke Wilayah Tengah

04/12/2025
Mengenang 49 Tahun Milad GAM, KPA Wilyah 013/Blangpidie Santuni Anak Yatim

Mengenang 49 Tahun Milad GAM, KPA Wilyah 013/Blangpidie Santuni Anak Yatim

04/12/2025
BPBD: Tidak Ada Lagi Daerah Terisolir Pasca Bencana di Pidie

BPBD: Tidak Ada Lagi Daerah Terisolir Pasca Bencana di Pidie

04/12/2025
Soal Bendera Bulan Bintang, Wali Nanggroe: Kami Menunggu Saja

Wali Nanggroe Aceh Serukan Reformasi Tata Kelola Lingkungan dan Investigasi Menyeluruh atas Banjir Besar Aceh

04/12/2025
Turun Langsung, IWAPI Aceh Salurkan Bantuan Banjir Tahap Pertama ke Pidie Jaya

Turun Langsung, IWAPI Aceh Salurkan Bantuan Banjir Tahap Pertama ke Pidie Jaya

04/12/2025

Terpopuler

Banjir di Sumatera Melumpuhkan Aktivitas PTS di Aceh, Beberapa Kampus Masih Terisolir

Warganet Cari Tiga Sosok Pimpinan dan Politisi Aceh yang Diduga ‘Menghilang’ Selama Bencana, Siapa Saja?

04/12/2025

PLN Diminta Pangkas Biaya Tagihan Listrik Masyarakat Aceh Selama Bencana

Polres Pidie Bantu Gas LPG untuk Dapur Umum Pengungsi

BPBD: Tidak Ada Lagi Daerah Terisolir Pasca Bencana di Pidie

Turun Langsung, IWAPI Aceh Salurkan Bantuan Banjir Tahap Pertama ke Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com