Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Ohku, Pemkab Pidie Jaya Gagap Hadapi Bencana Alam

redaksi by redaksi
29/11/2025
in Lintas Timur
0
Ohku, Pemkab Pidie Jaya Gagap Hadapi Bencana Alam

MEUREUDU – Lima hari tanpa logistik, tanpa dapur umum, posko pengungsian tidak terdata, Pemkab dinilai apatis.

“Jangankan sembako, air bersih pun tak ada,” ungkap Al-Fadhir, warga Kecamatan Meurah Dua, dengan nada kecewa, Sabtu 29 November 2025.

Banjir bandang yang melumpuhkan Kabupaten Pidie Jaya sejak lima hari terakhir kini berubah menjadi bencana kemanusiaan. Para korban yang bertahan di titik-titik pengungsian mulai mengeluh karena hingga hari kelima, bantuan logistik belum juga menyentuh sebagian besar lokasi terdampak. Celakanya, sejumlah kawasan masih belum bisa diakses tim mana pun, sementara warga bertahan dengan kondisi memprihatinkan tanpa kepastian kapan bantuan tiba.

Sejumlah warga menilai pemerintah daerah seolah menghilang dalam kepanikan banjir. Bupati Pidie Jaya dan para petinggi daerah disebut tak terlihat di titik bencana, tak hadir di tengah warganya yang sedang berjuang bertahan hidup.

Al- Fadhir menjelaskan, warga terpaksa mengandalkan sisa-sisa makanan yang masih tersisa di rumah. Untuk memasak, mereka bahkan harus memakai air banjir yang keruh bercampur lumpur karena tak ada pilihan lain. “Kami pakai air bekas banjir yang berlumpur. Mau bagaimana lagi? Ini sudah darurat,” katanya.

Menurut Fadhir, kondisi ini seharusnya dijawab dengan kerja cepat, bukan rapat tak berkesudahan. “Dalam situasi emergency begini, jangan lagi sibuk rapat. Pangkas birokrasi! Jangan nyaman ber-AC, sementara masyarakat berlumur lumpur dan kelaparan. Ada balita, ada lansia, mereka dalam kondisi paling rentan,” tegasnya.

Ia bahkan membandingkan kepemimpinan daerah dengan ketegasan pemimpin nasional. “Kepala daerah harusnya malu dengan presiden Prabowo yang selalu turun pada hari pertama setiap ada bencana. Ini baru pemimpin. Bukan hanya bicara, tapi hadir.”

Keluhan serupa juga disampaikan warga Meunasah Mancang. Mereka menyatakan bahwa Pemkab Pidie Jaya terlalu banyak menggelar rapat koordinasi, sementara aksi nyata tak kunjung terlihat. “Kami tidak butuh rapat, kami butuh makanan. Kami sudah kelaparan. Bantuan tak datang,” ujar seorang warga dengan suara bergetar menahan lapar.

Dari Blang Awe hingga Pante Beureune, keluhan yang sama menggema. Warga di berbagai titik pengungsian menyerukan satu hal, pemerintah daerah harus bergerak cepat.

“Bukan besok, bukan setelah rapat berikutnya, tetapi sekarang. Karena di tengah banjir yang merendam rumah dan harapan, masyarakat hanya punya satu harapan tersisa, hadirnya negara di saat mereka paling membutuhkan,” ujarnya dengan nada kecewa.[Mu]

Previous Post

TNI AD Dirikan Dapur Lapangan untuk Korban Banjir Aceh Utara dan Lhokseumawe

Next Post

DKP Aceh Salurkan Ikan Beku untuk Korban Banjir di Pidie Jaya

Next Post
DKP Aceh Salurkan Ikan Beku untuk Korban Banjir di Pidie Jaya

DKP Aceh Salurkan Ikan Beku untuk Korban Banjir di Pidie Jaya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Wali Nanggroe Kunjungi dan Salurkan Bantuan ke Wilayah Tengah

Wali Nanggroe Kunjungi dan Salurkan Bantuan ke Wilayah Tengah

04/12/2025
Mengenang 49 Tahun Milad GAM, KPA Wilyah 013/Blangpidie Santuni Anak Yatim

Mengenang 49 Tahun Milad GAM, KPA Wilyah 013/Blangpidie Santuni Anak Yatim

04/12/2025
BPBD: Tidak Ada Lagi Daerah Terisolir Pasca Bencana di Pidie

BPBD: Tidak Ada Lagi Daerah Terisolir Pasca Bencana di Pidie

04/12/2025
Soal Bendera Bulan Bintang, Wali Nanggroe: Kami Menunggu Saja

Wali Nanggroe Aceh Serukan Reformasi Tata Kelola Lingkungan dan Investigasi Menyeluruh atas Banjir Besar Aceh

04/12/2025
Turun Langsung, IWAPI Aceh Salurkan Bantuan Banjir Tahap Pertama ke Pidie Jaya

Turun Langsung, IWAPI Aceh Salurkan Bantuan Banjir Tahap Pertama ke Pidie Jaya

04/12/2025

Terpopuler

Banjir di Sumatera Melumpuhkan Aktivitas PTS di Aceh, Beberapa Kampus Masih Terisolir

Warganet Cari Tiga Sosok Pimpinan dan Politisi Aceh yang Diduga ‘Menghilang’ Selama Bencana, Siapa Saja?

04/12/2025

Bantuan dari Abdya untuk Trumon Raya Telah Tiba, Koraban: Terimakasih Bapak Dr. Safaruddin dan Masyarakatnya

Update Bencana Aceh: Jumlah Korban Meninggal Sementara Jadi 249 Orang

Darurat: Gayo Lues Paling Parah Banjir Bandang,Warga Harap Bantuan Provinsi Dan Pusat

[Opini] Longsor, Banjir, dan Hati Nurani yang Ikut Tertimbun

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com