Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

[Opini] Panggilan dari Sumatera Untuk Indonesia

redaksi by redaksi
07/12/2025
in Opini
0
[Opini] Panggilan dari Sumatera Untuk Indonesia

Oleh Hafizhuddin Islamy. Penulis adalah pelajar Aceh di Istanbul, Turki. 

Musibah banjir bandang dan tanah longsor yang menimpa 3 provinsi di Indonesia meliputi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat menjadi kabar duka di penghujung tahun 2025 bagi seluruh rakyat Indonesia. Musibah yang disebabkan oleh adanya aktivitas siklon senyar hingga menyebabkan perubahan cuaca ekstrim di garis pantai Sumatera yang bersampingan dengan selat Malaka. Aktivitas siklon senyar tersebut menyebabkan angin kencang hingga hujan yang turun dalam skala besar dan kurun waktu yang tidak seperti biasanya. Debit air yang bertambah akibat hujan tidak mampu lagi ditampung oleh sungai-sungai yang ada di Sumatera hingga sungai-sungai tersebut pun meluap dan menyebabkan banjir besar.

Puluhan kabupaten, ratusan kecamatan dan desa terdampak, puluhan ribu jiwa harus mengungsi. Kerugian dari kerusakan yang disebabkan oleh bencana banjir dan tanah longsor itupun tidak terhitung jumlahnya. Kehidupan masyarakat yang terkena dampak langsung dari bencana tersebut seketika terhenti, kehidupan ekonomi masyarakat mati dalam sekejap. Beberapa daerah bahkan menjadi daerah yang terisolir dikarenakan akses untuk menuju ke daerah tersebut tidak dapat dilalui.

Berdasarkan informasi terakhir, hingga kini total ada 914 orang yang meninggal dunia dan 389 orang masih dinyatakan hilang. Ironisnya, bencana dengan dampak sebesar ini masih ditambah dengan hilangnya akses listrik dan internet di daerah daerah tersebut. Tidak adanya listrik dan internet menjadi salah satu kendala yang dihadapi korban terdampak banjir. Mereka yang ingin mengetahui kabar dari keluarganya yang ada di Sumatera sekarang sedang bingung harus melakukan apa karena semua akses untuk bisa terhubung tidak dapat digunakan.

Selain masalah listrik dan akses internet, korban banjir di beberapa daerah yang terisolir kini berada dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Mereka semua menunggu bantuan datang dari tangan siapapun yang bersedia dan bisa membantu. Kebutuhan pokok seperti makanan semakin sedikit stok yang tersedia, selain itu tenda tempat tinggal, pakaian dan juga selimut menjadi beberapa hal lain yang juga dibutuhkan oleh para pengungsi banjir sekarang ini.

Dalam keadaan genting seperti ini, kita berharap pemerintah baik di tingkat daerah maupun pusat agar bertindak cepat dalam menanggulangi bencana serta memenuhi kebutuhan para pengungsi. Sudah banyak bantuan yang akan dikirimkan kepada para pengungsi hasil dari sumbangan saudara saudara sebangsa dan setanah air. Bahkan infonya, sudah ada bantuan yang datang dari negeri Jiran Malaysia. Sekarang dalam proses mendistribusikan bantuan tersebut kepada para pengungsi, rakyat tidak bisa bergerak sendiri, pemerintah harus hadir untuk membuka akses seluas luasnya agar bantuan bantuan yang telah berdatangan bisa sampai ke tangan para korban terdampak banjir.

Jika memang nantinya bantuan yang masuk ternyata tidak bisa mencukupi untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi, maka apa salahnya bagi pemerintah menaikkan status bencana alam di Sumatera menjadi bencana nasional untuk memenuhi semua kebutuhan rakyat Indonesia yang terdampak banjir. Mengikuti perkembangan informasi, masih banyak titik titik banjir yang hingga kini masih belum tersentuh dan belum mendapat perhatian apalagi bantuan. Hal-hal seperti ini tentunya sangat disayangkan, mengingat bencana sedahsyat ini namun pemerintah baik daerah maupun pusat terkesan seakan akan kurang cepat dan tanggap dalam bertindak.

Poin lain yang perlu diketahui bahwa, benar bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera merupakan bencana alam yang disebabkan oleh cuaca buruk, angin kencang hingga curah hujan yang tinggi. Namun efek kerusakan yang disebabkan oleh bencana tersebut menjadi yang paling parah dalam sejarah banjir dan tanah longsor yang terjadi di Sumatera. Dampak kerusakan akibat banjir tidak akan separah itu jika alam masih terjaga. Tetapi fakta dilapangan berkata lain, banyaknya pohon pohon kayu besar yang terbawa arus banjir menjadi bukti bisu bahwa alam Sumatera sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Alam yang terus menerus dikeruk untuk diambil hasil buminya, pohon pohon yang terus menerus ditebang tanpa melakukan reboisasi, pembukaan lahan sawit yang menyebabkan penggundulan hutan dan terganggunya ekosistem menjadi faktor samping yang menyebabkan dampak banjir kali ini menjadi sebegitu parahnya.

Memberikan pelayanan serta menyalurkan bantuan secepatnya kepada para korban menjadi hal prioritas yang harus dilakukan sekarang. Kemudian mengevakuasi jika ada korban yang masih terjebak di rumah rumah mereka dan segera mencari korban yang masih hilang. Selanjutnya menjaga alam menjadi sebuah keharusan mutlak, bencana alam memang tidak bisa dihindari, tapi bersiap untuk menghadapi bencana adalah hal yang bisa dilakukan. Jika alam terjaga, maka dampak kerusakan akibat bencana alam tersebut tidak akan sebesar dan separah seperti sekarang ini. []

Previous Post

Laporan Bahlil ke Prabowo: Listrik di Aceh Menyala Malam Ini

Next Post

Siswi SMAN 3 Banda Aceh Raih Juara Satu di Ajang TANOS 2025

Next Post
Siswi SMAN 3 Banda Aceh Raih Juara Satu di Ajang TANOS 2025

Siswi SMAN 3 Banda Aceh Raih Juara Satu di Ajang TANOS 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

02/04/2026
Milad ke-50 Tahun, Prof Sulaiman Tripa Luncurkan 2 Buku Baru

Milad ke-50 Tahun, Prof Sulaiman Tripa Luncurkan 2 Buku Baru

02/04/2026
Status Peringatan Tsunami Imbas Gempa Bitung M7,6 Dinyatakan Berakhir

Status Peringatan Tsunami Imbas Gempa Bitung M7,6 Dinyatakan Berakhir

02/04/2026
Aceh Tengah Kembali Dilanda Banjir Bandang dan Tanah Longsor

Dua Jembatan Darurat di Aceh Tengah Kembali Ambruk Akibat Banjir Bandang

02/04/2026
Imigrasi Banda Aceh Tingkatkan Sinergi Pengawasan Orang Asing

Imigrasi Banda Aceh Tingkatkan Sinergi Pengawasan Orang Asing

02/04/2026

Terpopuler

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

KNPI dan IMM Abdya Soroti Pemanggilan Wartawan oleh Polda Aceh

Kapolda Aceh Diminta Tinjau Ulang Pemanggilan Jurnalis Bithe.co, FJA Abdya Ingatkan MoU Polri dengan Dewan Pers

Cak Imin Resmi Kukuhkan Pengurus DPW PKB Aceh 2026–2031

Cak Imin Tegaskan Selalu Memperjuangkan Kepentingan Aceh di Pusat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com