BANDA ACEH – Bencana yang sedang melanda Sumatera, khusus Aceh, dinilai menjadi fakta dan data penting bagi masyarakat untuk menilai karakter pemimpin yang telah dipilihnya pada Pilkada 2025 lalu. Kesinggapan mereka dalam menangani masalah serta kepiawaian dalam mengatur organisasi daerah untuk menangani dampak serius pasca bencana dinilai merupakan pembuktian kepada rakyat.
Hal ini disampaikan akademisi Universitas Syiah Kuala (USK), Dr Amiruddin,M.Si, kepada wartawan, Jumat 12 Desember 2025.
“Jadi bencana Sumatera, khususnya Aceh, selain musibah atau bencana alam, juga merupakan ajang pembuktian public. Mana pemimpin yang lahir untuk melayani dan mana yang harus dilayani. Itu poin pertama,” kata Dr. Amiruddin M.Si yang juga merupakan tokoh asal Bireuen ini.
Tidak hanya itu, kata dia, banjir dan longsor di Aceh juga memperlihatkan ke public kemampuan masing-masing daerah dalam menangani situasi darurat serta kemampuan para pemimpin dalam mengerakan struktur organisasi daerah guna mempercepat proses pemulihan.
“Ini penting agar rakyat tak terkurung dalam kepanikan pasca bencana. Menjaga kestabilan harga serta membangkitkan semangat masyarakat untuk kembali bangkit guna hidup lebih tangguh,” kata Dr. Amiruddin.
“Untuk saat ini, setidaknya ada tiga bupati di Aceh yang lolos dua ujian tadi. Bupati Aceh Timur, Bireuen dan Aceh Barat.”
“Hasil uji public sementara, ketiganya memiliki karakter melayani, tanggap bencana, piawai mengelola perangkat daerah dalam menangani situasi darurat,” ujarnya lagi.
Sebagai putra daerah Bireuen, kata Dr. Amiruddin, dirinya juga mengapresiasi setiap Langkah bupati daerahnya pasca banjir hingga saat ini.
“Bupati harus menjadi lokomotif atau penggerak di daerah. Penanganan saat bencana dan pasca bencana.”
“Kondisi seperti ini harus terus dipertahankan. Sektor yang berhubungan langsung dengan masyarakat harus mendapat perhatian serius, seperti Pendidikan dan Kesehatan. Demikian juga dengan infrastruktur.”
“Pemimpin yang baik akan membuat daerah lebih baik dan lebih kuat di masa depan,” ujar Dr. Amiruddin.








