Banda Aceh – Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap daerah terdampak bencana, pegawai Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh yang dipimpin langsung oleh Kepala DPMG Aceh, Dr. H. Iskandar, AP, S.Sos, M.Si melaksanakan kegiatan pembersihan kantor DPMG Kabupaten Aceh Tamiang dan Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh Tamiang pasca banjir yang melanda wilayah tersebut,Senin,29/12/2025.
Iskandar menjelaskan bahwa pembersihan dilakukan untuk memastikan fasilitas ruang pelayanan dan perkantoran, kembali bersih, higienis, dan layak digunakan. Endapan lumpur yang menutupi area perkantoran diketahui mencapai sekitar satu meter, bahkan di beberapa titik lebih dari satu meter, sehingga menyebabkan kegiatan perkantoran lumpuh total pascabanjir.
“Kegiatan ini adalah sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kita terhadap saudara kita yang tertimpa musibah di Aceh Tamiang serta kita berharap dengan kegiatan ini, aktivitas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan secara normal”,jelas Iskandar.
Sebelumnya , pada hari Minggu (28/12) kemarin, sebanyak 15 ASN DPMG Aceh juga ikut serta bersama 3.000 ASN Pemerintah Aceh lainnya menjadi relawan ke berbagai daerah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh.
“Penugasan ASN ini merupakan bagian dari upaya memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan dasar di masa sulit. Pemerintah hadir, bekerja, dan peduli,” ujar Sekda Aceh M. Nasir usai pelepasan.
Para ASN tersebut dikerahkan tidak hanya untuk membantu pemulihan fisik pascabencana, tetapi juga memastikan layanan kebutuhan dasar masyarakat tetap berjalan, mulai dari kebersihan lingkungan, akses fasilitas umum, hingga dukungan pelayanan kesehatan dan sosial bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor sejak akhir November lalu.
Ribuan relawan ASN dijadwalkan bertugas selama dua hari, pada 29-30 Desember 2025. Selain kegiatan gotong royong membersihkan fasilitas umum dan rumah ibadah dari lumpur dan material sisa banjir, para relawan juga berperan membantu koordinasi layanan kesehatan, pendampingan warga rentan, serta penguatan layanan sosial di lapangan.










