Takengon – Nahdatul Ulama (NU) Peduli melalui NU CARE–LAZISNU Aceh Tengah menggelar kegiatan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim sebagai bagian dari ikhtiar kemanusiaan dalam merespons dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan solidaritas sosial sekaligus kepedulian terhadap kelompok rentan pascabencana.
Acara tersebut turut dihadiri unsur FORKOPIMDA Plus, baik secara langsung maupun melalui perwakilan, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya kolaboratif penanganan bencana. Sebanyak 50 anak yatim dari sejumlah wilayah di Aceh Tengah menjadi penerima santunan dalam kegiatan ini.
Rangkaian kegiatan diawali dengan shalat Ashar berjamaah, dilanjutkan dengan doa bersama untuk keselamatan masyarakat serta percepatan pemulihan kondisi wilayah terdampak. Prosesi penyantunan anak yatim dipandu oleh Dr. Muhammad Riza, MA, dan berlangsung dalam suasana khidmat serta penuh kehangatan.
Ketua LAZISNU Aceh Tengah, Dr. Musliadi Rishna, MA, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh donatur yang telah memberikan dukungan sejak masa awal terjadinya bencana hingga saat ini. Ia menegaskan, kepercayaan dan partisipasi para donatur menjadi penguat utama dalam memastikan keberlanjutan program kemanusiaan.
Menurutnya, bantuan yang terhimpun berasal dari berbagai elemen, antara lain PCNU Aceh Barat, Persatuan Santri Kecamatan Meureubo Aceh Barat, masyarakat Bakongan Raya Aceh Selatan, LAZISNU Lhokseumawe, Paguyuban Cetak Jogja, Arizona Hotel, serta pihak-pihak lainnya. Bantuan tersebut telah disalurkan kepada masyarakat terdampak di sejumlah desa pada Kecamatan Kebayakan, Lut Tawar, Bintang, dan Linge.
Kegiatan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim ini ditutup dengan kenduri bersama, sebagai wujud rasa syukur serta simbol kebersamaan antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga kemanusiaan dalam menghadapi serta memulihkan dampak bencana hidrometeorologi di Aceh Tengah.









