BANDA ACEH – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang merupakan Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana melaporkan sebanyak lima desa di Aceh belum bisa dialiri listrik. Laporan tersebut disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR dengan pemerintah di Aceh, Sabtu, 10 Januari 2025.
Tito menjelaskan, secara umum jaringan listrik di Aceh sebetulnya sudah tersedia. Namun jaringan itu tidak bisa dialirkan hingga ke sejumlah kecamatan dan desa terpencil lantaran tiang-tiang listrik di wilayah tersebut roboh.
“Secara umum jaringan utama on. Tapi jaringan menuju kecamatan terutama desa terpencil roboh. Kan itu tiang-tiang setiap 500 meter roboh. Nah itu yang belum hidup,” kata Tito dipantau melalui rekaman siaran langsung di kanal YouTube DPR.
Untuk sementara, Tito menyebut kebutuhan listrik di sejumlah wilayah terdampak tersebut bisa dibantu menggunakan genset milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Tentara Nasional Indonesia, dan Kepolisian. Namun dari sejumlah wilayah itu, terdapat lima desa yang sama sekali belum bisa mendapatkan pasokan listrik.
“Caranya memang genset dari pemerintah BNPB dan TNI. Tapi ada 5 desa yang belum sama sekali hidup. Saya lupa datanya,” ujar Mantan Kepala Kepolisian itu.
Di sisi lain, Tito mengklaim kondisi kelistrikan di provinsi lain terdampak bencana, seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara, telah kembali normal.
Dalam rapat yang digelar bersama DPR tersebut, Tito juga menyampaikan saat ini satgas pemerintah telah menyiapkan berbagai program bantuan untuk wilayah terdampak bencana di Sumatera. Salah satu prioritasnya adalah pengurangan pengungsi. “Menurut kami ini penting, simbol dari percepatan pemulihan,” ucap Tito dalam rapat.
Tito menuturkan pemerintah juga akan menerjunkan personel tambahan untuk membersihkan lumpur banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Tambahan tenaga untuk penanganan banjir Sumatera itu di antaranya berasal dari Polri dan TNI.
Tito meminta setidaknya tambahan 5 ribu polisi dan 10 ribu tentara. “Nanti (diterjunkan ke) daerah mana kita lihat petanya,” kata dia.
Personel tambahan akan membersihkan lumpur di sungai dan daratan. Lumpur pascabencana banjir hingga saat ini masih menimbun sejumlah jalanan, rumah, toko, sawah, hingga sungai. Tito berharap kepolisian bisa segera mengirimkan tenaga tambahan ke Sumatera sebelum mereka disibukkan dengan pengamanan periode Ramadan bulan depan.










