Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Pembangunan Hunian Tetap di Aceh Dimulai Februari

redaksi by redaksi
11/01/2026
in Lintas Timur
0
Pembangunan Hunian Tetap di Aceh Dimulai Februari

Rumah khusus (rusus) dan Rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Lubuk Buaya, Padang, Sumatera Barat, 5 Desember 2025. Pemerintah Kota Padang menyiapkan sebanyak 80 unit rusus dan rusunawa yang berada di Kecamatan Koto Tangah sebagai hunian sementara korban banjir bandang di kota itu. Antara/Iggoy el Fitra

JAKARTA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan pembangunan hunian tetap (huntap) untuk korban banjir di Aceh akan dilaksanakan mulai Februari 2026. Kesiapan tersebut disampaikan Maruarar dalam Rapat Koordinasi Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR dengan pemerintah di Aceh, Sabtu, 10 Januari 2025.

Ia menuturkan persiapan pembangunan hunian tetap telah memasuki tahap akhir. Pemerintah, Maruarar mengklaim, telah menyiapkan seluruh tahapan pembangunan hunian tetap secara komprehensif, mulai dari penetapan lokasi yang clear and clean, penyusunan data by name by address (BNBA), desain detail engineering design (DED), hingga proses lelang dan pembangunan fisik. “Kami sudah siap. Saat ini kami berada di tahap paling ujung, yaitu pembangunan hunian tetap,” kata dia.

Maruarar menjelaskan pembangunan hunian tetap tidak bisa dilaksanakan secepat hunian sementara lantaran pemilihan lokasi hunian tetap lebih sulit. Penentuan lokasi pembangunan huntap harus memenuhi tiga kriteria utama, yakni aman dari potensi bencana, tidak bermasalah secara hukum, serta dekat dengan ekosistem kehidupan masyarakat.

Selain itu, pembangunan hunian tetap harus menunggu data final sasaran pemberian hunian tersebut. Sementara hingga saat ini, data kebutuhan hunian tetap masih dalam proses verifikasi dan validasi oleh pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan Badan Pusat Statistik.

Adapun jumlah rumah atau hunian yang rusak akibat bencana di Pulau Sumatera pada November lalu mencapai 189.308 unit. Maruarar Sirait mengatakan angka tersebut berdasarkan data terakhir pada pukul 17.00 WIB, Jumat, 9 Januari 2026. Rinciannya, di Aceh terdapat 64.740 rumah rusak ringan, 40.103 rusak sedang, 29.527 rusak berat, serta 13.969 rumah hanyut.

Sementara di Sumatera Utara, tercatat 18.341 rumah rusak ringan, 3.616 rusak sedang, 5.149 rusak berat, dan 937 rumah hanyut. Kemudian jumlah rumah di Sumatera Barat terdiri dari 6.627 rumah rusak ringan, 2.842 rusak sedang, 2.666 rusak berat, dan rumah hanyut sebanyak 791 unit.

Sumber: Tempo

Previous Post

DPR Gelar Rakor Percepatan Pemulihan Pascabanjir Aceh

Next Post

Pascabencana, 5 Desa di Aceh Belum Bisa Dialiri Listrik

Next Post
Kerusakan Tersebar, Pemulihan Listrik Aceh Dilakukan Bertahap

Pascabencana, 5 Desa di Aceh Belum Bisa Dialiri Listrik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Teuku Riefky Harsya Bantu Beasiswa PIP Bagi 2300 Penerima di Pidie Jaya

Teuku Riefky Harsya Bantu Beasiswa PIP Bagi 2300 Penerima di Pidie Jaya

12/06/2026
‎YARA Bekali Aparatur Gampong Julok dengan Pemahaman Hukum dan Peradilan Adat ‎ ‎

‎YARA Bekali Aparatur Gampong Julok dengan Pemahaman Hukum dan Peradilan Adat ‎ ‎

12/06/2026
Soal Izin Tambang di Beutong Ateuh,  T. Sultan Iskandar Muda: Jangan Khianati Suara Masyarakat

Soal Izin Tambang di Beutong Ateuh, T. Sultan Iskandar Muda: Jangan Khianati Suara Masyarakat

12/06/2026
Ohku, Wabup Pidie Jaya Absen di Paripurna HUT ke-19, Ada Apa Dibalik Ketidakhadirannya?

Ohku, Wabup Pidie Jaya Absen di Paripurna HUT ke-19, Ada Apa Dibalik Ketidakhadirannya?

12/06/2026
Kapal Aceh Hebat Meledak, 14 Orang Alami Luka Bakar

Kapal Aceh Hebat Meledak, 14 Orang Alami Luka Bakar

12/06/2026

Terpopuler

Sambut HUT ke-19 Pidie Jaya, Pemkab Luncurkan Twibbon Resmi untuk Masyarakat

Sambut HUT ke-19 Pidie Jaya, Pemkab Luncurkan Twibbon Resmi untuk Masyarakat

12/06/2026

Pembangunan Hunian Tetap di Aceh Dimulai Februari

Di Balik WTP, BPK Bongkar Dana BOSP Rp312 Juta Bermasalah di Pidie Jaya

Ohku, Wabup Pidie Jaya Absen di Paripurna HUT ke-19, Ada Apa Dibalik Ketidakhadirannya?

Urwatil Wusqa: Mahasiswi Berprestasi UIN Ar-Raniry dengan IPK 3,94 dan Lulus 3,5 Tahun

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com