MEUREUDU – Ketidakhadiran Wakil Bupati Pidie Jaya dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRK memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Pidie Jaya menjadi sorotan publik dan menjadi tanda tanya besar.
Pasalnya, agenda tersebut merupakan salah satu kegiatan resmi dan sakral dalam rangkaian peringatan hari jadi daerah yang digelar setiap tahun.
Amatan langsung Atjehwatch.com, Rapat paripurna yang berlangsung di Gedung DPRK Pidie Jaya itu dihadiri Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, unsur Forkopimda, ketua dan anggota DPRK, pejabat pemerintah daerah, Kapolres, Pabung Dandim 0102 tokoh masyarakat, serta berbagai undangan lainnya.
Namun, kursi yang seharusnya ditempati Wakil Bupati tampak kosong hingga acara paripurna istimewa berakhir.
Absennya orang nomor dua di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya itu memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Sebab, peringatan hari jadi daerah merupakan momentum penting untuk menunjukkan soliditas dan kekompakan kepemimpinan daerah di hadapan publik.
Belum diketahui apakah yang bersangkutan berhalangan karena tugas kedinasan, alasan kesehatan, atau faktor lainnya.
Sejumlah kalangan menilai penjelasan resmi dari pihak terkait penting untuk menghindari munculnya berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Terlebih, paripurna HUT daerah merupakan agenda yang memiliki nilai simbolis dan historis bagi perjalanan pembangunan Kabupaten Pidie Jaya.
Publik kini menunggu klarifikasi resmi mengenai ketidakhadiran Wakil Bupati dalam salah satu agenda terpenting pada peringatan HUT ke-19 Kabupaten Pidie Jaya tahun ini. Hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait.[Mul]










