Banda Aceh –Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) kembali memperkuat jejaring internasional melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Fakulti Sastera & Sains Sosial (FSSS) Universiti Malaya (UM), Malaysia. Penandatanganan naskah kerja sama tersebut berlangsung di Ruang Rapat Senat Lantai II FISIP USK, Senin (27/7/2026), sebagai bagian dari komitmen kedua institusi dalam membangun kolaborasi akademik yang berkelanjutan di tingkat regional dan global.
Penandatanganan MoA ini merupakan implementasi konkret dari semangat internasionalisasi pendidikan tinggi sekaligus mempertegas komitmen USK dan Universiti Malaya untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat dalam membangun ekosistem akademik yang inovatif, kolaboratif, dan berdaya saing global.
Adapun ruang lingkup kerja sama yang disepakati meliputi pelaksanaan penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah bersama pada jurnal bereputasi internasional, program pertukaran mahasiswa (student exchange), pertukaran dosen dan peneliti (academic staff exchange), penyelenggaraan seminar, konferensi dan kuliah tamu internasional, pengembangan kurikulum, serta pelaksanaan berbagai program pengabdian kepada masyarakat secara bersama.
Dekan FISIP Universitas Syiah Kuala, Dr. Hamdani M. Syam, M.A., mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam mendukung agenda internasionalisasi Universitas Syiah Kuala sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi.
“Kemitraan dengan Fakulti Sastera & Sains Sosial Universiti Malaya merupakan momentum penting bagi FISIP USK untuk memperluas jejaring akademik internasional. Kami percaya bahwa kolaborasi ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah, tetapi juga membuka kesempatan yang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik lintas negara. Melalui kerja sama ini, kami ingin membangun budaya akademik yang semakin kompetitif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai persoalan sosial di tingkat nasional maupun global,” ujar Dr. Hamdani.
Ia menambahkan bahwa FISIP USK terus mendorong penguatan kerja sama internasional sebagai salah satu strategi utama dalam meningkatkan reputasi fakultas dan universitas di tingkat dunia.
“Kami berharap implementasi MoA ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata, tetapi benar-benar diwujudkan dalam berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika kedua institusi. Kolaborasi yang produktif akan menjadi modal penting dalam menghasilkan riset berkualitas, inovasi kebijakan, serta lulusan yang memiliki wawasan global namun tetap berakar pada nilai-nilai lokal,” tambahnya.
Delegasi Universiti Malaya dipimpin oleh Profesor Gs. Dr. Rosmadi Fauzi, Timbalan Dekan Ijazah Tinggi, Fakulti Sastera & Sains Sosial Universiti Malaya, didampingi oleh Profesor Madya Dr. Mariney Mohd. Yusoff, Ketua Jabatan Geografi, Fakulti Sastera & Sains Sosial Universiti Malaya.
Dalam sambutannya, Profesor Gs. Dr. Rosmadi Fauzi menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara kedua institusi. Menurutnya, hubungan akademik antara Universiti Malaya dan Universitas Syiah Kuala memiliki prospek yang sangat besar untuk menghasilkan berbagai program kolaboratif yang memberikan dampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan di kawasan ASEAN.

“Universiti Malaya sangat menghargai terjalinnya kemitraan ini. Kami melihat FISIP Universitas Syiah Kuala sebagai institusi yang memiliki potensi akademik yang kuat dan terus berkembang. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat memperluas kolaborasi penelitian, pertukaran akademisi dan mahasiswa, serta menghasilkan publikasi ilmiah bersama yang mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu sosial dan kebijakan publik di tingkat internasional,” ungkapnya.
Kerjasama ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan kedua institusi melalui peningkatan kualitas pendidikan tinggi, memperluas jejaring penelitian internasional, meningkatkan mobilitas akademik dosen dan mahasiswa, memperkaya pertukaran pengetahuan dan pengalaman lintas budaya, serta mendorong lahirnya inovasi dan rekomendasi kebijakan berbasis hasil penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat.
Selain itu, implementasi MoA ini juga diharapkan dapat mendukung pencapaian indikator kinerja perguruan tinggi, memperkuat posisi kedua universitas dalam pemeringkatan internasional, serta berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).
Melalui penandatanganan Memorandum of Agreement ini, FISIP Universitas Syiah Kuala dan Fakulti Sastera & Sains Sosial Universiti Malaya menegaskan komitmen bersama untuk membangun kemitraan akademik yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kerja sama pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara.











