JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan mempercepat pembangunan jembatan permanen di Aceh usai banjir Sumatera. Percepatan pembangunan jembatan dilakukan kendati sebagian wilayah masih dalam tahap tanggap darurat.
“Kami tidak bisa mengontrol 100 persen tonase kendaraan. Kalau tidak dipercepat, pembatasan kendaraan berat akan terus menimbulkan persoalan di lapangan karena masyarakat juga butuh logistik,” kata Dody mengutip Antara, Kamis, 22 Januari 2026.
Pada Januari 2026, terdapat delapan jembatan yang mulai ditangani secara permanen di Aceh, yaitu Jembatan Krueng Meureudu di Pidie, Jembatan Krueng Tingkeum di Aceh Besar, Jembatan Teupin Mane di Aceh Utara. Lalu Jembatan Ulee Langa di Aceh Besar, Jembatan Krueng Beutong di Nagan Raya, Jembatan Pelang di Aceh Tenggara, Jembatan Mengkudu I di Aceh Besar, dan Jembatan Pante Dona di Aceh Barat.
Pembangunan jembatan permanen dirancang untuk menggantikan struktur sementara serta meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap risiko bencana. “Untuk pembangunan satu jembatan permanen diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 8–9 bulan. Karena ini jembatan permanen untuk masyarakat, sehingga kami bangun dengan perhitungan teknis yang matang agar aman, andal, dan berkelanjutan,” tutur Dody.
Untuk Jembatan Krueng Tingkeum, Kementerian PU menyiapkan skema bertahap dengan tetap memfungsikan jembatan sementara selama proses konstruksi berlangsung. “Di lokasi ini akan ada jembatan permanen dan jembatan sementara. Ke depan, setelah seluruh penanganan selesai, masyarakat akan memiliki beberapa alternatif jalur sehingga kemacetan dapat terurai secara bertahap,” ujar Dody.
Total jembatan yang akan ditangani permanen oleh Kementerian PU di Aceh sebanyak 20 unit jembatan dan 68 titik longsoran. Seluruhnya ditangani secara bertahap hingga Juni 2026.
Dody menegaskan penanganan jembatan menjadi prioritas utama dalam tahap awal pascabencana guna memastikan tidak ada wilayah yang terisolasi. Setelah masa tanggap darurat usai, Kementerian PU akan terus melanjutkan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pada berbagai infrastruktur dasar.
Seiring dengan itu, Kementerian PU juga menangani 30 titik longsoran yang tersebar di sejumlah ruas jalan, seperti di Bireuen, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Nagan Raya.











