Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Tengah

Trauma Banjir Bandang Masih Hantui Warga Aceh Tengah

redaksi by redaksi
26/01/2026
in Lintas Tengah
0
72 Ribu Warga Gayo Masih Terisolir Akibat Jalan Putus Imbas Banjir

Akses Pulih Bertahap, Jembatan Darurat Aceh Tengah-Nagan Raya Mulai Dilintasi (Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

TAKENGON – Kehidupan di Dusun Turus, Desa Genuren, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, perlahan mulai bangkit pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda dua bulan silam.

Meski akses jalan yang sebelumnya tertutup lumpur dan bebatuan kini telah terbuka kembali, trauma mendalam masih menyelimuti warga. Bagi Arini, salah satu penyintas, hujan bukan lagi sekadar fenomena alam, melainkan pengingat akan pagi yang hampir merenggut segalanya.

Ingatan Arini masih lekat pada peristiwa pagi hari tanggal 27 November 2025. Sekitar pukul 05.00 WIB, suara menggelegar dari arah gunung di seberang rumahnya memecah keheningan. Bukan hanya air, material longsor berupa batu besar dan batang kayu meluncur deras menghantam jalan dan permukiman warga.

Dalam situasi panik, harta benda tak lagi terpikirkan. Arini menceritakan momen mengerikan saat sang suami berteriak memintanya lari menyelamatkan diri dan anak-anak ke tempat yang lebih tinggi.

“Diteriaki sama suami suruh naik ke atas. Tiba-tiba kami naik ke atas, rumah sudah hancur. Rumah depan sudah habis,” kenang Arini dengan mata berkaca-kaca.

Tanpa alas kaki dan persiapan apapun, ia menggendong anak-anaknya menembus hujan, meninggalkan rumah mereka yang luluh lantak.

“Menyelamatkan diri naik dari bawah itu, gendonglah semua anak-anak ini. Terus ya menunggu orang (bantuan), enggak ada pergi ke mana-mana lagi,” tuturnya.

Kini, bantuan telah berdatangan dan proses pembersihan sisa bencana terus dilakukan. Namun, luka batin belum sepenuhnya kering. Setiap kali langit berubah gelap dan hujan deras turun, jantung Arini berdegup kencang, takut bencana serupa terulang.

Ia kini hanya menggantungkan harapan sederhana: agar anak-anaknya dapat tumbuh dengan aman tanpa harus kembali berlari ketakutan menghindari derasnya air dan gemuruh bebatuan.

Sumber: metrotvnews.com

Previous Post

Wabup Aceh Barat Hadiri Peusijuk Abuya Amran Waly dan Pengajian Tasawuf di Dayah Babussalam

Next Post

TP PKK Pusat Serahkan Bantuan ke Dusun Sarah Gala Aceh Timur

Next Post
TP PKK Pusat Serahkan Bantuan ke Dusun Sarah Gala Aceh Timur

TP PKK Pusat Serahkan Bantuan ke Dusun Sarah Gala Aceh Timur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

‎Masyarakat Gayo Patungan Perbaiki Jalan Nasional, YARA: Pengakuan Tito Karnavian Soal Infrastruktur Rusak Harus Dibuktikan dengan Aksi Nyata

‎Masyarakat Gayo Patungan Perbaiki Jalan Nasional, YARA: Pengakuan Tito Karnavian Soal Infrastruktur Rusak Harus Dibuktikan dengan Aksi Nyata

11/06/2026
Masjid Raya Baiturrahman Aceh Akan Gelar Malam Muhasabah Bersama Abu Muda Bakongan

Masjid Raya Baiturrahman Aceh Akan Gelar Malam Muhasabah Bersama Abu Muda Bakongan

11/06/2026
Selenggarakan Seminar Series, Prodi MPBEN FKIP USK Bahas Perkembangan Akademik Hingga Budaya Aceh

Selenggarakan Seminar Series, Prodi MPBEN FKIP USK Bahas Perkembangan Akademik Hingga Budaya Aceh

11/06/2026
Pangkalan Udara Israel Hancur Dihujani Rudal-rudal Iran

Pangkalan Udara Israel Hancur Dihujani Rudal-rudal Iran

11/06/2026
Dedengkot Apartheid Ini Tewas Ditikam Kurir yang Alami Gangguan Jiwa

Dedengkot Apartheid Ini Tewas Ditikam Kurir yang Alami Gangguan Jiwa

11/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

HUT Pidie Jaya 2026: Antara Perayaan, Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Syariat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com