Blangpidie – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar Musyawarah Cabang (Musycab) ke-XII untuk periode 2025–2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan At Taqwa, Blangpidie, Minggu (8/2/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Abdya yang diwakili Drs. Ramli Bahar, Pimpinan Daerah Aisyiyah, Ketua Umum PD IMM Aceh Muhammad Dwi Cahyo, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah, jajaran pengurus PC IMM Abdya periode 2024–2025, perwakilan organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah, serta pengurus Pimpinan Komisariat (PK) dari kampus Muhammadiyah di Abdya.
Pada Musycab XII ini, PC IMM Abdya mengusung tema “Reformasi Kepemimpinan Demi Kemajuan Ikatan Seutuhnya.” Tema ini mencerminkan semangat pembaruan kepemimpinan yang berorientasi pada penguatan persatuan, soliditas kader, serta kemajuan organisasi secara menyeluruh.
Ketua PC IMM Abdya demisioner, Muhklisin, yang diwakili Kepala Bidang Hikmah, Politik, dan Kebijakan Publik, Khairul Rijal, menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama masa kepengurusan sebelumnya. Ia mengakui masih banyak hal yang belum maksimal dalam upaya memajukan organisasi mahasiswa Muhammadiyah di Abdya.
“Tema yang diangkat hari ini menjadi pengingat bahwa kader IMM harus terikat dalam satu kesatuan yang utuh, kompak, dan tidak terpecah-pecah,” ujar Khairul Rijal dalam sambutannya.
Ia berharap, ketua umum PC IMM Abdya yang terpilih nantinya mampu membawa organisasi ke arah yang lebih progresif serta menjadikan IMM sebagai wadah kaderisasi yang kuat dan berdaya saing.
“Siapa pun yang terpilih, harapan kami dapat memajukan PC IMM Abdya menjadi lebih baik lagi ke depan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PD IMM Aceh, Muhammad Dwi Cahyo, memberikan sejumlah catatan penting kepada kader IMM Abdya. Ia menilai IMM Abdya memiliki potensi besar, termasuk dukungan fasilitas yang memadai seperti Gedung Dakwah yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan.
“Dengan fasilitas yang ada, seharusnya tidak ada alasan untuk tidak bergerak dan berkegiatan. Jangan terlena dengan kenyamanan,” kata Dwi Cahyo.
Ia mendorong kader IMM untuk aktif membangun komunikasi dan kolaborasi dengan organisasi otonom Muhammadiyah lainnya dalam setiap kegiatan.
Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak dapat dicapai secara individual. Ia menegaskan bahwa pentingnya kebersamaan dan saling menguatkan antarkader, meskipun terdapat perbedaan pandangan.
“Kalau ada perbedaan, carilah persamaannya. Jangan sampai perbedaan justru memecah belah organisasi,” ujarnya.
Dalam arahannya, PDM Abdya yang diwakili Ramli Bahar menyampaikan bahwa nilai kebersamaan, kedisiplinan, serta kesungguhan sangat penting dalam berorganisasi.
Mantan Sekda Abdya itu, mengingatkan bahwa kesibukan akademik maupun aktivitas lainnya tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan tanggung jawab organisasi.
“Waktu itu bukan tidak ada, tetapi harus disempatkan. Disiplin itu penting, bahkan sesekali perlu diterapkan dengan gaya militer,” ujar Ramli Bahar.
Ia juga meluruskan isu terkait dugaan intervensi Pimpinan Daerah maupun pihak kampus dalam proses kaderisasi di organisasi otonom Muhammadiyah. Menurutnya, tidak ada intervensi dalam melahirkan kader dan pemimpin di IMM maupun ortom lainnya.
Ramli Bahar berpesan agar kader IMM semakin dewasa dalam berorganisasi serta menjadikan Muhammadiyah sebagai ruang untuk saling mendukung program dan gerakan persyarikatan.
Ramli Bahar juga berpesan kepada kader mahasiswa Muhammadiyah Abdya agar pentingnya menjaga persatuan meski terdapat perbedaan pendapat yang tajam di internal organisasi.
Selain itu, ia juga mendorong PC IMM Abdya untuk segera menyusun rencana kerja yang terukur dan realistis.
“Buatlah raker, perencanaan, laksanakan kegiatan sederhana namun bermakna, yang bisa memperkuat ukhuwah sesama kader. Akademik juga jangan diabaikan, jangan sampai kuliah tertunda karena organisasi,” pungkasnya.










