Nagan – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh menyatakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempersilahkan masyarakat korban bencana banjir bandang di Beutong Ateuh Banggalang, apabila ingin membangun hunian sementara mandiri sebagai upaya mempercepat pemindahan masyarakat dari lokasi pengungsian ke hunian sementara.
“Informasi yang kami peroleh dari BNPB, masyarakat yang membangun huntara mandiri ini nantinya akan dibayar oleh BNPB maksimal Rp20 juta per unit huntara,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Zulkifli kepada ANTARA di Suka Makmue, Senin.
Ia menyebutkan, pembangunan huntara mandiri oleh masyarakat, dalam rangka mempercepat pembangunan huntara bagi masyarakat korban bencana alam banjir bandang yang kehilangan rumah di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, kabupaten setempat.
Mengingat selama ini pembangunan huntara yang sedang dikerjakan oleh BNPB, terkendala dalam pengiriman material bangunan ke Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, karena material tersebut harus diangkut dengan jarak jauh ke dataran tinggi Beutong Ateuh, dengan jarak tempuh mencapai di atas 40 kilometer dari ibu kota Kabupaten Nagan Raya atau dari kecamatan sekitar yang berada di dataran rendah.
Selain itu, sebagian besar material bangunan juga harus di pesan di Kota Medan, Sumatera Utara dan harus dikirim ke Kabupaten Nagan Raya, Aceh dengan memakan waktu pengiriman yang memakan waktu berhari-hari.
Zulkifli mengatakan pembayaran atas pembangunan huntara mandiri tersebut, akan dilakukan setelah selesai dilakukan kajian, penghitungan dan penilaian oleh tim teknis yang telah di bentuk oleh Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh.
“Jadi, huntara mandiri yang dibayar setelah selesai penilaian dari tim teknis yang sudah kita bentuk,” kata Zulkifli menambahkan.
Ia menyebutkan, saat ini progres pembangunan hunian sementara bagi 1.500 jiwa masyarakat korban banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh sudah mencapai 40 persen.
Ada pun jumlah huntara yang saat ini masih dalam tahap pembangunan mencapai 687 unit, tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, kata Plt Sekdakab Nagan Raya, Zulkifli.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh menyatakan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana alam banjir bandang yang terjadi pada Rabu, 26 November 2025 lalu sebesar Rp1,1 triliun lebih.
Ada pun rincian kerusakan akibat bencana alam di Nagan Raya yaitu terdiri atas kerusakan permukiman sebesar Rp131 miliar lebih, kerusakan di sektor infrastruktur Rp572,7 miliar lebih, kerusakan dampak ekonomi Rp278,8 miliar lebih.
Kemudian di sektor sosial sebesar Rp75,9 miliar lebih, serta kerusakan lintas sektor sebesar Rp39,6 miliar lebih.




![[Opini] Sinkronisasi Antara Logika & Retorika](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-29-at-11.34.04-120x86.jpeg)





