ACEH TENGGARA – Semangat kebangsaan terus digelorakan Anggota MPR RI Muslim Ayub, S.H., M.M. di Kabupaten Aceh Tenggara. agendanya dengan berdialog bersama masyarakat umum di Aula Serba Guna Desa Mandala, Kecamatan Babussalam, Selasa (17/2/) pagi.
Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri puluhan warga, tokoh pemuda, perangkat desa, serta perwakilan perempuan dari Desa Mandala dan sekitarnya. Suasana keakraban terlihat sejak awal acara, di mana Muslim Ayub menyempatkan diri berbincang santai dengan warga sebelum memulai pemaparan.
Dalam sambutannya, Muslim Ayub menegaskan bahwa pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI—Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—bukan hanya tugas pemerintah atau elite politik, melainkan kewajiban seluruh komponen bangsa, termasuk masyarakat di tingkat desa.
“Kekuatan bangsa ini ada di akar rumput. Jika masyarakat desa kuat memahami ideologi dan persatuannya, maka negara ini akan kokoh menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam maupun luar,” jelas legislator asal daerah pemilihan Aceh 1 tersebut di hadapan peserta.
Mengangkat tema “Merawat Kebhinekaan, Membangun Peradaban”, anggota MPR RI itu mengajak warga untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan, terutama di tengah perkembangan informasi digital yang begitu cepat.
“Masyarakat Babussalam khususunya dan Aceh Tenggara pada umumnya dikenal guyub dan religius. Ini modal besar. Tinggal bagaimana kita rawat bersama dengan menjadikan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai pedoman hidup sehari-hari,” tambahnya.
Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya diskusi. Beberapa warga menyampaikan pertanyaan terkait isu-isu aktual, seperti dampak politik nasional terhadap kehidupan di desa, serta pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama di wilayah yang majemuk.
“Sosialisasi seperti ini sangat penting bagi kami, agar tidak salah memahami makna kebangsaan. Kami jadi lebih paham bahwa menjaga NKRI bisa dimulai dari hal kecil, seperti rukun dengan tetangga dan menjaga keamanan kampung,” ujar Bapak Rizky Abu , salah seorang tokoh masyarakat adat setempat.
Kegiatan yang berlangsung hingga menjelang sore hari itu juga dirangkaikan dengan penyerahan paket sembako kepada sejumlah warga kurang mampu sebagai bentuk kepedulian sosial, serta pemberian cendera mata kepada perwakilan masyarakat.
Acara ditutup dengan doa bersama dan foto bersama, dilanjutkan ramah tamah antara Anggota MPR RI dan warga yang hadir.[]










