Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Rp19,55 Miliar Meugang Aceh Utara: Angka Besar, Selisih Menggantung, Keuchik Disalahkan

redaksi by redaksi
17/02/2026
in Lintas Timur
0
Aceh Barat Beli Puluhan Ternak dari Bantuan Presiden untuk Korban Bencana

Arsip - Pedagang menjajakan daging segar di Kompleks Pasar Bina Usaha Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, pada tradisi meugang menyambut datangnya bulan suci Ramadhan Tahun 2025. (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

LHOKSEUMAWE — Bantuan uang daging meugang sebesar Rp19,55 miliar dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menjadi perhatian publik. Dana tersebut disebut telah masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dan dialokasikan bagi masyarakat terdampak banjir menjelang Ramadan.

Petunjuk teknis yang beredar menyebutkan skema penyaluran dilakukan dalam bentuk daging, bukan uang tunai. Setiap gampong disebut memperoleh satu ekor lembu, berbasis data kepala keluarga terdampak.

Namun, perhitungan anggaran memunculkan pertanyaan. Informasi yang dihimpun menyebutkan setiap desa menerima sekitar Rp17 juta. Jika dikalikan 852 desa, totalnya sekitar Rp14,48 miliar.

Sementara dana dari pusat mencapai Rp19,55 miliar. Artinya, terdapat selisih sekitar Rp5,06 miliar yang hingga kini belum dijelaskan secara rinci kepada publik.

Belum ada keterangan resmi apakah selisih tersebut dialokasikan untuk desa dengan dampak banjir paling parah, biaya distribusi dan pemotongan hewan, transportasi, atau komponen lain dalam struktur anggaran.

Pemerhati sosial, Muadi Buloh, menilai transparansi menjadi prasyarat utama agar kebijakan tidak menyisakan kecurigaan.

“Rp19,55 miliar adalah angka besar. Publik berhak tahu bagaimana mekanisme pembagiannya, berapa jumlah penerima manfaat, dan bagaimana rincian penggunaannya. Transparansi adalah bentuk tanggung jawab.”

Menurutnya, selisih Rp5 miliar bukan angka yang bisa diabaikan.

“Selisih sekitar Rp5 miliar bukan angka kecil. Jika ada alokasi tambahan untuk distribusi atau desa terdampak paling parah, jelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan tanda tanya.”

Ia menegaskan, pertanyaan publik bukanlah tudingan.

“Transparansi bukan untuk mencari kesalahan. Transparansi adalah cara memastikan kebijakan berjalan adil dan dapat dipertanggungjawabkan.”

Muadi juga menyarankan agar pemerintah daerah membuka detail distribusi jika memang terdapat perbedaan alokasi antarwilayah.

“Jika memang ada desa yang menerima alokasi lebih besar karena jumlah penduduk, luas wilayah, atau tingkat dampak banjir, umumkan saja nama desa dan besaran dananya. Dengan begitu, para geuchik tidak menjadi sasaran kecurigaan warga.”

Hingga berita ini diturunkan, belum tersedia laporan resmi yang dapat diakses publik mengenai rincian distribusi dan realisasi anggaran bantuan tersebut.

Di tengah persiapan Ramadan, warga menanti bukan hanya daging meugang, tetapi juga kejelasan angka. Dalam kebijakan publik, yang dipertaruhkan bukan semata anggaran melainkan kepercayaan.

Previous Post

Harga Daging Meugang Tembus Rp200 Ribu per Kilogram di Aceh

Next Post

H.T. Ibrahim Bagikan Daging Meugang dan Sembako Untuk Masyarakat

Next Post
H.T. Ibrahim Bagikan Daging Meugang dan Sembako Untuk Masyarakat

H.T. Ibrahim Bagikan Daging Meugang dan Sembako Untuk Masyarakat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pascabanjir Bandang, Warga Desa Badak Gayo Lues Terbantu 20.000 Liter Air Bersih dari Kementerian PU

Pascabanjir Bandang, Warga Desa Badak Gayo Lues Terbantu 20.000 Liter Air Bersih dari Kementerian PU

02/11/2026
BKMT Aceh Besar Siapkan Pengukuhan Pengurus Cabang di Enam Dapil

BKMT Aceh Besar Siapkan Pengukuhan Pengurus Cabang di Enam Dapil

02/11/2026
Modal Asing Bakar Hutan Indonesia: PT HKI, PT AI, PT RKA, PT API Jadi Tersangka Karhutla

Modal Asing Bakar Hutan Indonesia: PT HKI, PT AI, PT RKA, PT API Jadi Tersangka Karhutla

02/11/2026
Ohku, 10 Gampong di Aceh Jaya Juga Direndam Banjir

Ohku, 10 Gampong di Aceh Jaya Juga Direndam Banjir

02/11/2026
Banjir Rendam 10 Kecamatan di Aceh Barat

Banjir Rendam 10 Kecamatan di Aceh Barat

02/11/2026

Terpopuler

Setahun Pascabanjir Besar, 18 Gampong Pidie Jaya Kembali Dikepung Air

Setahun Pascabanjir Besar, 18 Gampong Pidie Jaya Kembali Dikepung Air

01/11/2026

Sembilan Pemuda Terbaik Banda Aceh Resmi Dinobatkan Sebagai Pemuda Pelopor 2026

10 Putra-Putri Tanjong Seulamat Raih Juara MTQ Kabupaten Aceh Besar 2026

Lima Mahasiswa USK Raih Penghargaan Pemuda Berprestasi Aceh 2026

Tolak PT CA: Hentikan Aktivitas Ilegal, Bayar Plasma, Tetapkan Tersangka Korupsi Rp10 Triliun!

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com