Banda Aceh – Aroma daging meugang mulai terasa di berbagai sudut Aceh menjelang Ramadan. Tradisi turun-temurun itu kembali dihidupkan dengan semangat berbagi. Senator asal Aceh, Darwati A. Gani, turun langsung membagikan sie makmeugang ke sejumlah lembaga pelayanan sosial di Banda Aceh dan Aceh Besar, Minggu–Senin (15–16 Februari 2026).
Kunjungan tersebut menyasar pesantren, panti asuhan anak yatim dan dhuafa, lembaga perlindungan anak korban kekerasan, hingga rumah singgah bagi pasien yang tengah menjalani rawat jalan di rumah sakit rujukan. Di lokasi-lokasi itu, Darwati tidak sekadar menyerahkan daging, tetapi juga menyapa dan berbincang dengan para penghuni.
Menurut Darwati, meugang bukan hanya tradisi memasak daging menjelang Ramadan, tetapi juga simbol kebersamaan dan kepedulian sosial masyarakat Aceh. Tradisi tersebut, kata dia, mengajarkan nilai berbagi, memperkuat solidaritas, serta menyemarakkan syiar Islam di Tanah Rencong.
Ia memahami tidak semua orang dapat merayakan meugang bersama keluarga di rumah. Ada anak-anak yang jauh dari orang tua, pasien yang harus tinggal sementara di rumah singgah, hingga mereka yang hidup dalam keterbatasan.
“Bagi yang berjauhan dari keluarga, momen seperti ini tentu sangat berarti. Mereka membutuhkan kepedulian dan rasa kebersamaan dalam menyambut Ramadan,” ujarnya.
Darwati berharap, sie makmeugang yang dibagikan dapat menghadirkan kebahagiaan sederhana dan menjadi penguat semangat bagi mereka yang sedang diuji keadaan.
“Semoga ini bisa meringankan dan menghibur mereka. Ramadan adalah bulan berbagi, dan kita ingin semua merasakan hangatnya kebersamaan,” tutupnya.
Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa tradisi meugang tidak hanya soal kuliner, tetapi juga tentang menjaga nilai empati dan persaudaraan yang telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Aceh.









