Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Sekda Aceh Diduga “Kudeta” Program Gubernur: 2.000 Rumah Dhuafa Dipangkas Jadi 780 di APBA 2026

Joe Samalanga by Joe Samalanga
04/03/2026
in Nanggroe
0
Sekda Aceh Diduga “Kudeta” Program Gubernur: 2.000 Rumah Dhuafa Dipangkas Jadi 780 di APBA 2026

BANDA ACEH – Polemik panas mengiringi penyusunan APBA 2026. Program strategis pembangunan 2.000 unit rumah dhuafa yang telah menjadi target dalam RPJM Aceh dan disebut telah lolos evaluasi Kementerian Dalam Negeri tanpa koreksi, justru dipangkas drastis menjadi hanya 780 unit dalam dokumen final.

Sorotan tajam mengarah kepada TAPA yang diketuai Sekda Aceh. Publik menilai terjadi pembangkangan birokrasi terbuka terhadap instruksi Gubernur. Alih-alih menjadi eksekutor kebijakan kepala daerah sebagaimana amanat Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019, TAPA dinilai bertindak melampaui kewenangan.

“Ini bukan sekadar koreksi teknis anggaran. Ini pembelokan kebijakan.

Program yang sudah disetujui Kemendagri dan menjadi janji politik Gubernur kepada rakyat miskin justru disunat di meja birokrasi. Pertanyaannya: siapa yang sesungguhnya memegang kendali pemerintahan Aceh?” tegas Pemerhati Kebijakan Publik, Dr. Nasrul Zaman, Rabu (4/3/2026).

Pemangkasan lebih dari 60 persen itu dinilai bukan angka kecil. Di tengah angka kemiskinan yang masih menjadi pekerjaan rumah, kebijakan tersebut dianggap mencederai komitmen keberpihakan kepada kaum dhuafa.

Situasi ini memunculkan persepsi adanya “Gubernur Bayangan” dalam tubuh birokrasi. Jika benar keputusan strategis dapat diubah tanpa persetujuan kepala daerah, maka wibawa kepemimpinan dipertaruhkan.

Publik kini mendesak Gubernur Aceh mengambil langkah tegas, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap TAPA, dan memastikan APBA 2026 tidak keluar dari garis visi yang telah dijanjikan kepada rakyat. Sebab jika dibiarkan, preseden ini bukan hanya soal angka rumah dhuafa, tetapi tentang siapa yang sebenarnya mengendalikan arah kebijakan di Aceh.[]

Previous Post

ISNU Aceh Gandeng BSI, Dorong Perencanaan Haji Sejak Dini di Tengah Antrean 5,6 Juta Orang

Next Post

Wali Kota Banda Aceh Apresiasi Program Light Up The Dream

Next Post
Wali Kota Banda Aceh Apresiasi Program Light Up The Dream

Wali Kota Banda Aceh Apresiasi Program Light Up The Dream

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Aher Dukung Dana Otsus Aceh dan Pembentukan Lembaga Khusus Pengelola

Aher Dukung Dana Otsus Aceh dan Pembentukan Lembaga Khusus Pengelola

22/04/2026
Lembaga Antikorupsi Desak Polda Aceh Tuntaskan Kasus Beasiswa

Lembaga Antikorupsi Desak Polda Aceh Tuntaskan Kasus Beasiswa

22/04/2026
Baitu Mal Aceh Besar Buka Pendaftaran Bantuan Usaha Individu 2026

Baitu Mal Aceh Besar Buka Pendaftaran Bantuan Usaha Individu 2026

22/04/2026
Tinjau Langsung RSUD, Asisten III Sekda Aceh Besar Pastikan Pelayanan Kembali Normal

Tinjau Langsung RSUD, Asisten III Sekda Aceh Besar Pastikan Pelayanan Kembali Normal

22/04/2026
Pemkab Pulau Buru Kirim 2.000 Botol Minyak Kayu Putih ke Aceh

Pemkab Pulau Buru Kirim 2.000 Botol Minyak Kayu Putih ke Aceh

22/04/2026

Terpopuler

Ratoh Jaroe Disebut “Industri”, Budayawan Aceh: Tradisi Asli Justru Tergeser

Ratoh Jaroe Disebut “Industri”, Budayawan Aceh: Tradisi Asli Justru Tergeser

19/04/2026

Ajudan Dir Narkoba Aceh dilaporkan ke Div Propam Polri

Sekda Aceh Diduga “Kudeta” Program Gubernur: 2.000 Rumah Dhuafa Dipangkas Jadi 780 di APBA 2026

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

Ketua DPRK Dukung Forkom KDMP Banda Aceh Jadi Motor Penggerak Kemandirian Gampong

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com