MEUREUDU – Mantan Sekjend Tim Pemenangan Bupati Sibral Malasyi-Hasan Basri (Sabar) dan juga Sekjend PAN Pidie Jaya mengecam keras aksi premanisme Wabup Pidie Jaya.
Hal itu dikatakan Mahlil kepada Atjehwatch.com Kamis 2 April 2026.
Menyikapi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Wakil Bupati Pidie Jaya Hasan Basri terhadap saudara Zikrillah yang terjadi pada tanggal 30 Maret 2026 lalu. Tindakan tersebut sama sekali tidak dibenarkan baik secara etika, moral maupun hukum terlebih dilakukan oleh pejabat publik dan di tempat milik publik yaitu rumah dinasnya, walaupun rumah dinas tersebut bukanlah fasilitas publik tetapi rumah dinas itu tetaplah bersumber dari uang publik.
“Saya mengecam keras tindakan premanisme yang dilakukan oleh Wabup Pidie Jaya dan meminta kepolisian agar dapat menindak tegas tindakan tersebut tanpa memberi RJ, kerana telah terjadi berulang kali,” ucap Mahlil.
Tindakan tersebut dinilai benar-benar telah mencederai etika pejabat publik dan membuat malu daerah Pidie Jaya yang selama ini dikenal sebagai daerah religius dengan menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Wabup Pidie Jaya sudah melakukan tindakan kekerasan serupa sebelumnya yaitu pada malam perayaan hari jadi Pidie Jaya 15 Juni 2025 memukul Plt Kasatpol PP, kemudian selang beberapa bulan Wabup juga telah melakukan kekerasan fisik kepada salah seorang Kepala SPPG di Trienggadeng. Anehnya tindakan tersebut kembali terulang kesekian kalinya dan ini dilakukan di rumah dinasnya kepada saudara Zikrillah di hadapan para tokoh-tokoh masyarakat Pidie Jaya yang sedang berada di rumah dinasnya.
“Dan sebagai kader partai, saya merasa malu dengan kelakuan ketua partai saya,” kata Mahlil.
Dikatakan Mahlil, tindakan kekerasan apapun bentuknya baik verbal, psikis dan bahkan fisik sama sekali tidak dibenarkan di negara ini. Terlebih lagi dilakukan oleh orang yang seharusnya menjadi teladan bagi rakyat seorang pimpinan daerah tergabung dalam Forkopimda yaitu seorang Wakil Bupati.
“Saya perlu menyarankan agar beliau diperiksa kembali kesehatan mental nya pada seorang psikiater. Saya juga mendukung & menghargai upaya hukum yang ditempuh saudara Zikrillah sebagai korban guna mendapatkan keadilan dan kepastian hukum,” ujar Malil.[Mul]










