Meulaboh – Dalam suasana penuh keberkahan dan kehangatan silaturahmi, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyelenggarakan tabligh akbar dan halal bihalal yang digelar pada Kamis malam, 2 April 2026, di halaman Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh.
Acara yang dihadiri ribuan masyarakat ini menjadi lebih istimewa dengan pengumuman sejumlah kebijakan strategis oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM, sebagai bentuk apresiasi terhadap putra-putri daerah yang telah menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional.
Momentum halal bihalal tidak hanya dimaknai sebagai tradisi pasca-Lebaran, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat semangat kebersamaan dan mendorong regenerasi tokoh muda yang mampu membawa harum nama Aceh Barat di pentas yang lebih luas.
Salah satu pengumuman yang paling mencuri perhatian adalah pemberian beasiswa penuh untuk jenjang S2 dan S3 kepada Tgk. Habibi An Nawawi, sosok muda yang baru saja menyabet gelar Juara 1 dalam ajang Aksi Indosiar 2026. Prestasi Habibi, yang dikenal melalui dakwahnya yang khas dan penuh daya tarik di media nasional, menjadi simbol kebangkitan generasi muda Aceh dalam menyebarkan nilai-nilai Islam dengan pendekatan modern.
Selain itu, pemerintah kabupaten juga memberikan beasiswa S2 kepada Zahara, peraih Juara 3 Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) RRI tingkat nasional, sebagai dukungan atas dedikasinya dalam seni baca Al-Qur’an. Bupati Tarmizi menegaskan bahwa prestasi kedua anak muda ini bukan hanya milik mereka secara pribadi, tetapi milik seluruh masyarakat Aceh Barat, sekaligus bukti bahwa daerah ini memiliki potensi besar yang perlu terus digali dan dibina.
Dalam sambutannya, Bupati Tarmizi menyampaikan rasa bangganya terhadap capaian generasi muda Aceh Barat.
“Saya sangat mengapresiasi prestasi anak-anak muda Aceh Barat yang mampu bersaing dan menang di tingkat nasional. Ini membuktikan bahwa Aceh Barat punya potensi besar. Saya berharap prestasi Habibi dan Zahara menjadi inspirasi bagi generasi lainnya untuk mengharumkan nama Aceh Barat,” ujar Tarmizi disambut tepuk tangan meriah dari hadirin.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus menyusun kebijakan yang progresif dan berpihak pada pengembangan SDM, terutama dalam bidang pendidikan, keagamaan, dan seni Islami, agar lebih banyak lagi anak muda yang mendapat ruang untuk berkarya dan berprestasi.
Lebih lanjut, Bupati Tarmizi juga mengumumkan penunjukan Abon Sabirin, ayah dari Tgk. Habibi An Nawawi, sebagai Juru Kunci Makam Pahlawan Nasional Teuku Umar. Penunjukan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga bermakna simbolis sebagai bentuk penghormatan terhadap keluarga yang memiliki kiprah dan kontribusi dalam dunia keagamaan serta pembinaan moral masyarakat. Makam Teuku Umar, sebagai situs sejarah dan ziarah penting di Aceh Barat, membutuhkan figur yang kredibel dan memiliki kedekatan dengan nilai-nilai perjuangan dan ketakwaan.
Dengan latar belakang keluarga Habibi yang dikenal taat dan aktif dalam kegiatan keagamaan, Abon Sabirin dianggap sebagai sosok yang tepat untuk menjaga dan merawat makam pahlawan tersebut dengan penuh kehormatan dan tanggung jawab.
Suasana malam tabligh akbar yang penuh khidmat dan antusiasme masyarakat. Acara semakin meriah dengan kajian singkat yang disampaikan langsung oleh Tgk. Habibi An Nawawi, yang kini dikenal luas melalui penampilannya di Aksi Indosiar. Kehadiran tokoh muda ini menjadi magnet tersendiri, terutama bagi generasi muda yang mencari sosok panutan dalam berdakwah dengan cara yang dekat dan inspiratif.
Acara tabligh akbar dan halal bihalal ini pun tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarumat, tetapi juga transformasi makna perayaan keagamaan menjadi momentum pengakuan dan pemberdayaan. Dengan menggabungkan unsur keagamaan, penghargaan, dan kebijakan publik, Pemkab Aceh Barat menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem yang mendukung tumbuhnya talenta lokal.
Bupati Tarmizi menegaskan bahwa dukungan terhadap generasi muda bukan sekadar retorika, tetapi akan terus diwujudkan melalui program nyata, termasuk akses pendidikan, fasilitasi kegiatan keagamaan, dan penghargaan atas kontribusi mereka. Melalui langkah-langkah konkret seperti ini, diharapkan Aceh Barat dapat menjadi daerah yang tidak hanya dikenal karena warisan sejarah dan kekayaan alamnya, tetapi juga karena kualitas generasi penerusnya.










