BLANGPIDIE – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 melalui upacara resmi di Lapangan Persada Blangpidie, Jum’at (10/04/2026).
Upacara dipimpin Bupati Abdya, Dr. Safaruddin, S. Sos MSP, Wakil Bupati Zaman Aklis, S. Sos MM, Ketua DPRK Abdya Roni Guswandi, S. Pidan dihadiri jajaran Forkopimkab, pejabat daerah, serta tokoh masyarakat.
Dalam amanatnya, Dr. Safaruddin menegaskan tahun pertama kepemimpinannya difokuskan pada peletakan fondasi pemerintahan di tengah tekanan fiskal dan tingginya ekspektasi publik.
“Yang menunggu bukan perayaan, melainkan pekerjaan. Bukan pujian, tetapi tanggung jawab,” kata Dr. Safaruddin.
Ia menyebut keterbatasan anggaran dan ketidakpastian ekonomi global menjadi tantangan utama yang berpotensi memicu inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah.
Karena itu, pemerintah dituntut lebih selektif dalam menetapkan prioritas pembangunan serta berani berinovasi keluar dari segala persoalan.
Meski menghadapi tekanan fiskal, Dr. Safaruddin dapat melakukan pembenahan keuangan daerah yang mulai berjalan, termasuk pemenuhan hak gampong seperti bagi hasil pajak dan alokasi dana gampong (ADG).
Berdasarkan data BPS per November 2025, angka kemiskinan di Abdya turun dari 15,32 persen pada 2024 menjadi 13,30 persen pada 2025 atau sekitar 2.970 jiwa keluar dari garis kemiskinan.
“Ke depan, kami menargetkan angka kemiskinan bisa ditekan hingga satu digit dalam empat tahun,” ujarnya.
Di sektor layanan dasar, pemerintah melanjutkan pembangunan infrastruktur dan kesehatan, termasuk puskesmas pembantu, ambulans, rekam medis elektronik dan layanan poli jantung.
Pemerintah juga menyediakan Rumah Singgah Sigupai di Banda Aceh serta menekankan pentingnya transparansi agar publik dapat mengawasi jalannya pemerintahan.
Menutup pidatonya, Dr. Safaruddin mengajak masyarakat menjaga persatuan dan meminta aparatur memberikan pelayanan yang jujur dan responsif.
“Kepada seluruh aparatur pemerintah daerah, saya menegaskan. Rakyat sedang menunggu kerja yang jujur, cepat dan nyata. Layani masyarakat dengan hati. Jangan biasakan menunda. Jangan biasakan mempersulit. Dan jangan pernah merasa aman dari pengawasan rakyat. Karena hari ini rakyat melihat, rakyat menilai dan rakyat berhak mendapatkan pelayanan yang terbaik,” tegasnya.
Kepada seluruh masyarakat Aceh Barat Daya, Dr. Safaruddin meminta teruslah bersama dirinya, mengawasi , mengingatkan Ingatkan kami serta mendoakan. Karena menurut Dr. Safaruddin, memimpin daerah ini bukan pekerjaan ringan.
“Kami yakin dan percaya, dengan kebersamaan, kerja yang sungguh-sungguh dan didukungan masyarakat serta dengan pertolongan Allah, Insya Allah Abdya akan melangkah lebih kuat, lebih matang dan lebih maju,” pungkas Dr. Safaruddin.










