Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz usai Israel Serang Lebanon

redaksi by redaksi
10/04/2026
in Internasional
0
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz usai Israel Serang Lebanon

Iran kembali menutup Selat Hormuz usai sepakat gencatan senjata dengan AS berlangsung dengan sejumlah pelanggaran, terutama soal serangan Iran ke Lebanon. (Foto: REUTERS/Stringer)

Jakarta – Iran kembali menutup Selat Hormuz usai sepakat gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS) berlangsung dengan sejumlah pelanggaran, terutama soal serangan Iran ke Lebanon.

Media Iran Fars News melaporkan penutupan kembali Selat Hormuz dilakukan karena Israel dianggap melanggar gencatan senjata dengan membombardir Lebanon.

Pada Rabu (8/4), Israel meluncurkan serangan besar-besaran ke Lebanon hingga menewaskan 254 orang dan melukai seribu lebih lainnya.

Iran menganggap kesepakatan gencatan senjata antara mereka dan AS mencakup penghentian serangan ke Lebanon. Namun, Israel tak berpikir demikian. Tel Aviv bersikeras bahwa Lebanon tidak termasuk bagian dari kesepakatan.

Sempat tunjukkan jalur alternatif
Sebelum menutup lagi Selat Hormuz, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sempat menunjukkan jalur alternatif yang bisa dilalui kapal-kapal tanker guna menghindari disrupsi di selat vital tersebut.

Fars News melaporkan kapal-kapal bisa melintas dari utara Pulau Larak di Laut Oman jika ingin masuk ke wilayah Teluk Persia.

Sementara itu, untuk jalur keluar, kapal-kapal bisa melewati selatan Pulau Larak menuju Laut Oman.

Pulau Larak, yang terletak di dekat daratan utama Iran, telah digunakan sebagai jalur alternatif sejumlah kapal selama perang AS-Iran, demikian dilansir dari Chosun Ilbo.

Rute alternatif ini diberikan IRGC sebagai antisipasi atas kemungkinan adanya ranjau anti kapal di jalur pelayaran utama Selat Hormuz.

“Mengingat kemungkinan adanya beragai ranjau anti kapal di jalur pelayaran utama Selat Hormuz, dengan ini kami memberitahukan kepada semua kapal yang bermaksud melewati Selat Hormuz sebagai berikut,” tulis IRGC, diikuti dengan informasi mengenai jalur di Pulau Larak.

Dalam kesempatan itu, IRGC juga melampirkan peta navigasi yang merinci rute alternatif. Peta tersebut mencakup lingkaran besar bertuliskan “zona bahaya” dalam aksara Persia di atas zona Traffic Separation Scheme (TSS), yang secara tradisional digunakan kapal untuk melintasi Selat Hormuz.

Menurut rute yang ditunjukkan IRGC, kapal yang masuk harus berlayar melalui ruang sempit antara Pulau Larak dan Pulau Qeshm, yang dekat dengan daratan Iran. Sedangkan kapal yang keluar harus menghindari zona bahaya dengan mengitari sisi selatan Pulau Larak dan Qeshm.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran pada 7 April lalu. Menurut catatan Wall Street Journal (WSJ), per 8 April, dua kapal berbendera Yunani dan Liberia sukses melintasi Selat Hormuz.

Iran telah menyampaikan kepada mediator bahwa mereka akan membatasi kapal-kapal yang lewat di Selat Hormuz sebanyak 12 kapal per hari. Kapal-kapal yang melintas juga akan dikenakan biaya.

Namun, kini, status Selat Hormuz tidak jelas pasca Israel menyerang Lebanon dan membuat Iran marah.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

HUT Ke-24 Kabupaten Abdya, Diisi dengan Sejumlah Agenda Berikut Ini

Next Post

Iran Cap AS Bodoh Biarkan Israel Bombardir Lebanon Rusak Gencatan

Next Post
Iran Cap AS Bodoh Biarkan Israel Bombardir Lebanon Rusak Gencatan

Iran Cap AS Bodoh Biarkan Israel Bombardir Lebanon Rusak Gencatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Polda Ambil Alih Kasus Dugaan Penganiayaan Wabup Pidie Jaya

Polda Ambil Alih Kasus Dugaan Penganiayaan Wabup Pidie Jaya

10/04/2026
Komisi V DPR RI Dorong Percepatan Penyediaan Lahan dan Pembangunan Huntap di Aceh

Komisi V DPR RI Dorong Percepatan Penyediaan Lahan dan Pembangunan Huntap di Aceh

10/04/2026
Polres Aceh Utara Gagalkan Peredaran 1 Kilogram Sabu

Polres Aceh Utara Gagalkan Peredaran 1 Kilogram Sabu

10/04/2026
Pemprov Aceh Resmi Keluarkan Kebijakan WFH bagi ASN Setiap Jumat

Pemprov Aceh Resmi Keluarkan Kebijakan WFH bagi ASN Setiap Jumat

10/04/2026
Iran Cap AS Bodoh Biarkan Israel Bombardir Lebanon Rusak Gencatan

Iran Cap AS Bodoh Biarkan Israel Bombardir Lebanon Rusak Gencatan

10/04/2026

Terpopuler

Mualem Kantongi Dua Nama Calon Pengganti Abang Samalanga

Mualem Kantongi Dua Nama Calon Pengganti Abang Samalanga

09/04/2026

JKA; Diluncurkan Masa Irwandi, Ditiru Nasional, Serta ‘Dipangkas’ Era Mualem

20 Santri Al Zahrah Beunyot Dinyatakan Lulus SPAN PTKIN 2026

Bupati Sibral Salurkan Jadup untuk 15.377 Jiwa Warga Pidie Jaya

77 Murid SMAN 1 Syamtalira Bayu Lulus SNBP dan SPAN PTKIN, Ini Rinciannya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com