Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

Dari Fungi hingga Etnosains, Lima Profesor Baru USK Siap Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat

redaksi by redaksi
14/04/2026
in Kampus
0
Dari Fungi hingga Etnosains, Lima Profesor Baru USK Siap Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat

BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mengukuhkan lima profesor baru dari berbagai disiplin ilmu, melalui Sidang Terbuka Senat Akademik Universitas di Gedung AAC Dayan Dawood, Senin (13/4/ 2026).

Adapun lima profesor baru tersebut adalah Prof Dr Samingan MSi, Prof Dr Iskandar AS SPd MApp Ling, Pro Dr Drs Denni Iskandar MPd, Prof Dr M Ikhsan MPd, dan Prof Dr Saminan MPd.

Rektor USK Prof Mirza Tabrani SE MBA DBA dalam sambutannya mengucapkan, selamat dan apresiasi atas pencapaian akademik tertinggi tersebut. Pengukuhan kali ini terasa istimewa karena merupakan sambutan pertama Rektor baru USK pada Sidang Terbuka Senat Akademik sejak diamanahkan memimpin universitas tersebut.

Rektor mengungkapkan kepada media ini, Selasa (14/4), saat ini USK telah memiliki 248 profesor yang menjadi pilar utama pengembangan ilmu pengetahuan. Kekuatan tersebut diperkuat oleh 412 lektor kepala. Dari total profesor yang ada, sebanyak 181 orang (72,98%) berasal dari bidang sains dan 67 orang (27,02%) dari bidang humaniora.

“Semoga ini menjadi awal yang baik bagi kita semua untuk bersama-sama membangun Universitas ini. Membangun ekosistem riset dan inovasi di kampus yang kita cintai ini, sehingga segala kepakaran yang kita miliki mampu memberi dampak yang nyata bagi masyarakat,” ucap rektor

Dalam prosesi tersebut, Prof Samingan memaparkan riset mendalam mengenai potensi fungi sebagai agen pengendalian hayati. Ia mengungkapkan bagaimana fungi lokal Indonesia dapat dikembangkan menjadi bioinsektisida alami untuk melemahkan hama seperti rayap, sekaligus menjadi solusi ramah lingkungan untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia.

Selanjutnya, Prof Iskandar AS menyoroti pentingnya kemampuan komunikasi akademik melalui pendekatan pengajaran berbasis genre (Genre-Based Approach).

Kajiannya membuktikan bahwa pengajaran sistematis sangat krusial agar gagasan ilmiah mahasiswa dapat diterima secara meyakinkan di komunitas akademik global.

Sementara itu, Prof Denni Iskandar membawa riset mengenai revitalisasi bahasa Aceh yang adaptif terhadap Generasi Y dan Z. Ia membedah pergeseran linguistik pada kaum muda dan menawarkan strategi pelestarian bahasa daerah agar tetap dinamis dan tidak punah ditelan globalisasi digital.

Pemaparan orasi ilmiah dilanjutkan oleh Prof Ikhsan yang fokus pada pengembangan Pembelajaran Geometri Berbasis Teori Van Hiele.

Risetnya menawarkan panduan bagi guru untuk memahami profil kognitif siswa secara akurat, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan terarah bagi pengembangan logika matematis.

Terakhir, Prof Saminan mengusung konsep Ethnoscience Pedagogy, yakni pengintegrasian konsep fisika dengan kearifan lokal.

Pendekatan ini bertujuan menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna (meaningful learning) bagi siswa dengan cara menghubungkan fenomena sains nyata dengan nilai budaya dan identitas lokal.

Rektor meyakini kepakaran kelima profesor baru ini akan berkontribusi maksimal dalam memecahkan berbagai persoalan bangsa.

Ia menekankan, bahwa dalam konteks USK sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), peran profesor menjadi semakin krusial.

“Kepakaran yang dimiliki para profesor USK merupakan aset strategis yang dapat dioptimalkan untuk menciptakan sumber-sumber pendapatan baru bagi universitas. Langkah ini bukan semata orientasi finansial, melainkan bagian dari upaya memperkuat kemandirian institusi,” tegas Prof Mirza.

Sebagai langkah konkret mendorong kemandirian tersebut, rektor mengumumkan kebijakan skema revenue sharing atau berbagi pendapatan di lingkungan USK dengan komposisi 60 persen untuk fakultas dan 40 persen untuk universitas.

“Pembagian ini bukan sekadar mekanisme administratif, melainkan instrumen kebijakan yang bertujuan untuk memacu fakultas agar lebih proaktif dan inovatif dalam mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki. Pada akhirnya, langkah ini diharapkan memperkuat peran USK sebagai perguruan tinggi yang adaptif, produktif, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkas rektor.

Previous Post

Dua Santri Dayah Ruhul Qur’ani Lolos Seleksi Jambore Dunia ke-26 di Polandia

Next Post

Gubernur Mualem Tunjuk Nurlis Jadi Jubir

Next Post
Gubernur Mualem Tunjuk Nurlis Jadi Jubir

Gubernur Mualem Tunjuk Nurlis Jadi Jubir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

54 Mahasiswa STIS Al-Aziziyah Sabang Ikuti Wisuda, Dirangkai Peresmian Dayah Raudhatul Muna Al-Aziziyah

54 Mahasiswa STIS Al-Aziziyah Sabang Ikuti Wisuda, Dirangkai Peresmian Dayah Raudhatul Muna Al-Aziziyah

17/09/2026
Al Zahrah Jajaki Kerja Sama Literasi dengan Balai Bahasa Aceh

Al Zahrah Jajaki Kerja Sama Literasi dengan Balai Bahasa Aceh

17/09/2026
Farid Nyak Umar Kembali Inisiasi Pemberian Asupan Nutrisi Untuk Anak di Banda Aceh

Farid Nyak Umar Kembali Inisiasi Pemberian Asupan Nutrisi Untuk Anak di Banda Aceh

17/09/2026
Eks Presiden Kosovo Divonis Penjara 25 Tahun karena Kejahatan Perang

Eks Presiden Kosovo Divonis Penjara 25 Tahun karena Kejahatan Perang

17/09/2026
Trump Ngamuk Uni Eropa Mau ‘Rekrut’ Kanada Jadi Anggota

Trump Ngamuk Uni Eropa Mau ‘Rekrut’ Kanada Jadi Anggota

17/09/2026

Terpopuler

ASN, Non ASN, dan Honorer yang Belum Aktifkan IKD Segera Registrasi dan Aktivasi

ASN, Non ASN, dan Honorer yang Belum Aktifkan IKD Segera Registrasi dan Aktivasi

15/09/2026

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2027, Berikut Daftarnya

Jalan Nasional Alue Mangota Blangpidie Terendam Banjir, Masyarakat di Imbau Waspada

Dari Fungi hingga Etnosains, Lima Profesor Baru USK Siap Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat

Untuk Mencapai Pelayanan Prima, Kasi Asuhan Keperawatan dan Kebidanan RSUD-TP Bekali Petugas Baru

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com