BLANGPIDIE — Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Aceh Barat Daya yang ke-42, Pemkab kabupaten setempat melaksanakan Perlombaan Dalail Khairat antar Pesantren.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Abdya Zaman Akli, S. Sos MM, Masjid Agung Baitul Ghafur tempat diselenggarakan kegiatan rangkaian HUT Abdya, Selasa malam (14/04/2026).
Dalam sambutannya, Zaman Akli menyampaikan, kegiatan ini bukan hanya menjadi bagian dari kemeriahan HUT ke-24 Kabupaten Aceh Barat Daya, tetapi juga merupakan wujud nyata komitmen Safaruddin — Zaman Akli bersama dalam memperkuat syiar Islam melalui program Peukong Agama, demi membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
“Dalam rentang waktu 24 tahun Abdya ini, kita telah melalui berbagai dinamika pembangunan, tantangan, dan perubahan zaman. Namun satu hal yang harus tetap kita jaga dan perkuat adalah identitas kita sebagai daerah yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, pembangunan yang kita lakukan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik semata, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan mental spiritual masyarakat,” ungkap Zaman Akli.
Ia juga mengungkapkan, perlombaan Dalail Khairat ini memiliki makna yang sangat dalam. Dalail Khairat bukan hanya sekadar lantunan shalawat, tetapi merupakan bentuk kecintaan kita kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Di dalamnya terkandung doa, harapan, serta upaya mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Ketika generasi muda kita, para santri dan santriwati, mampu melantunkan Dalail Khairat dengan penuh penghayatan, maka sesungguhnya mereka sedang membangun benteng akhlak dan keimanan dalam diri mereka,”
“Inilah yang menjadi bagian dari program unggulan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya, yaitu Peukong Agama. Program ini bukan hanya slogan, tetapi merupakan arah kebijakan yang nyata untuk memperkuat kehidupan beragama di tengah masyarakat. Kita ingin memastikan bahwa generasi muda Abdya tumbuh dengan pondasi akidah yang kuat, berakhlak mulia, serta memiliki kecintaan yang mendalam terhadap ajaran Islam,” urai Zaman Akli.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual. Generasi yang mampu menjadi penerus pembangunan daerah dengan membawa nilai-nilai kebaikan, kedamaian, dan keberkahan.
“Terimakasih kepada para pimpinan pesantren dan para guru yang telah membimbing para santri dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Peran dayah dan pesantren sangatlah penting dalam menjaga marwah Aceh sebagai daerah yang dikenal dengan julukan Serambi Mekkah,” ucap Akli.
Kepada para peserta perlombaan, ia juga berpesan agar mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadikan ajang ini sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan dan memperdalam kecintaan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.
“Menang atau kalah bukanlah tujuan utama, tetapi bagaimana kita dapat mengambil hikmah dan keberkahan dari setiap proses yang kita jalani,” pungkas Wakil Bupati Abdya, Zaman Akli.
Diketahui, perlombaan tersebut diikuti oleh 17 grup Dalil Khairat dari pasantren yang ada di Abdya. Kegiatan itu akan berlangsung selama 4 hari.










