Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Tengah

Kasatgas PRR Apresiasi Kesigapan Tim Penanganan Sinkhole di Aceh Tengah

redaksi by redaksi
24/04/2026
in Lintas Tengah
0
Kasatgas PRR Apresiasi Kesigapan Tim Penanganan Sinkhole di Aceh Tengah

Foto: Kemendagri

Jakarta – Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian meninjau langsung lokasi terjadinya sinkhole atau lubang raksasa yang terbentuk karena longsoran geologi di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh.

Tito ingin memastikan sinkhole atau lubang raksasa tidak semakin meluas dan mengikis lahan warga, mengingat wilayah Aceh masuk dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Secara saksama, Tito mengamati penjelasan rinci mengenai kondisi longsoran di sekitaran lubang raksasa dari tim penanganan longsoran lubang raksasa yang ditugaskan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Apakah sudah cukup stabil (di beberapa titik pantau). Bagaimana mengatasi tidak turun terus airnya (ke lubang)?” ujar Tito dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4/2026).

Seusai mendengar keterangan yang relatif menunjukkan progres, Tito memberikan dukungan dan apresiasi kepada seluruh tim penanganan longsoran lubang raksasa di Aceh Tengah yang telah berjibaku menangani longsoran agar tidak semakin meluas dan mengancam lahan warga.

Pelaksana Tugas Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Yusrizal Kurniwan, mengapresiasi atensi Tito yang meninjau langsung kondisi lubang raksasa sekaligus progres penanganan longsoran agar tidak semakin meluas mengikis lahan warga.

Yusrizal menjelaskan longsoran geologi yang membentuk lubang raksasa tercipta karena longsor yang terjadi secara bertubi- tubi sehingga membuat tanah yang amblas semakin meluas.

“Perlu diketahui juga, ini terjadi karena ada kondisi tanah yang berpasir,” kata Yusrizal.

Yusrizal menuturkan hal tersebut pada Senin (20/4). Kemudian, ia mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan beragam skenario untuk mencegah longsoran meluas.

Di antaranya dengan pengalihan jalur dan modifikasi irigasi ke bagian lahan yang lebih stabil agar air tidak terkonsentrasi pada lubang longsoran yang bisa memicu longsor susulan.

“Selain itu, kami juga membuat (sumur) intercept. Tujuannya agar air yang jenuh di longsoran ini bisa dikeluarkan dan sekaligus nanti untuk membuat tata irigasi yang baru,” katanya.

Yusrizal mengatakan kondisi lubang sudah jarang terjadi longsoran dan tinggal satu titik yang menjadi fokus dari semula lima titik pantau. Ia menargetkan dalam waktu dekat kondisi sekitar longsoran akan jauh lebih stabil dan tidak mengancam lahan warga.

“Mudah-mudahan bisa permanen stabil sehingga tidak meresahkan masyarakat di sini. Jadinya masyarakat tetap bisa dapat bercocok tani dari cabai dan kopi,” kata Yusrizal.

Sebagai informasi, kunjungan Tito ke Aceh Tengah merupakan bagian rangkaian agenda meninjau progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, sekaligus memantau perkembangan kondisi terkini penyintas bencana di Aceh.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal Z. A., Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Tengah Haili Yoga dan jajaran Forkopimda se-Kabupaten Aceh Tengah.

Sumber: detik.com

Previous Post

Khalid Basalamah Klaim Tak Pernah Berinteraksi dengan Eks Menag Yaqut

Next Post

Baitul Mal Aceh Salurkan Rp176 Juta untuk Korban Kebakaran di Aceh Selatan

Next Post
Baitul Mal Aceh Salurkan Rp176 Juta untuk Korban Kebakaran di Aceh Selatan

Baitul Mal Aceh Salurkan Rp176 Juta untuk Korban Kebakaran di Aceh Selatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Dolar Turun Tipis, BBM Melambung Tinggi: Rakyat Kecil Lagi-Lagi Jadi Korban

Dolar Turun Tipis, BBM Melambung Tinggi: Rakyat Kecil Lagi-Lagi Jadi Korban

10/06/2026
HUT ke-19 Pidie Jaya: Momentum Kebangkitan Ekonomi dan Pengelolaan SDA Berkelanjutan

HUT ke-19 Pidie Jaya: Momentum Kebangkitan Ekonomi dan Pengelolaan SDA Berkelanjutan

10/06/2026
208 Peserta Meriahkan Perayaan MTQ Tingkat Tangan-Tangan

208 Peserta Meriahkan Perayaan MTQ Tingkat Tangan-Tangan

10/06/2026
Kemenag Salurkan Lebih dari Rp85 Miliar untuk Penanganan Dampak Bencana di Aceh

Kemenag Salurkan Lebih dari Rp85 Miliar untuk Penanganan Dampak Bencana di Aceh

10/06/2026
Mualem Ngaku Kemiskinan Aceh Naik jadi 17% Akibat Bencana

Mualem Ngaku Kemiskinan Aceh Naik jadi 17% Akibat Bencana

10/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

HUT Pidie Jaya 2026: Antara Perayaan, Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Syariat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com