Banda Aceh — Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Aceh Besar melaksanakan audiensi strategis pada Rabu, 29 April 2026, dalam rangka mematangkan persiapan pelantikan kepengurusan yang akan datang. Audiensi tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat bersama Mujiburrahman, yang memberikan arahan serta penguatan nilai keorganisasian.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum PC IPNU Aceh Besar, rekan M. Ghafa Annabil Yusida, didampingi Sekretaris Umum rekan Muhaimin, Ketua Panitia Pelantikan rekan Teuku Kevin, serta Direktur Lembaga Pers dan Penerbitan rekan Muhammad Afif Irvandi El Tahiry.
Dalam pertemuan tersebut, rekan M. Ghafa menyampaikan bahwa audiensi ini menjadi langkah awal untuk memastikan pelaksanaan pelantikan berjalan dengan tertib, bermakna, serta mampu mencerminkan semangat kaderisasi IPNU yang berlandaskan nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Ia menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan momentum konsolidasi gerakan pelajar NU di Aceh Besar.
Sekretaris Umum, rekan Muhaimin, turut menambahkan bahwa koordinasi lintas bidang terus diperkuat demi menghadirkan acara yang terstruktur dan berdaya guna. “Kami ingin memastikan setiap rangkaian kegiatan pelantikan memiliki nilai edukatif dan mampu memperkuat militansi kader,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, rekan Teuku Kevin, menjelaskan bahwa berbagai persiapan teknis telah mulai dimatangkan, mulai dari konsep acara, undangan, hingga kesiapan lokasi. Ia optimis pelantikan nantinya akan berlangsung khidmat sekaligus memberikan kesan mendalam bagi seluruh kader dan tamu undangan.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Lembaga Pers dan Penerbitan, rekan Muhammad Afif Irvandi El Tahiry, menegaskan pentingnya publikasi sebagai bagian dari gerakan. Menurutnya, pelantikan harus menjadi narasi besar yang tidak hanya terdengar di ruang acara, tetapi juga menggema di ruang publik sebagai simbol kebangkitan pelajar NU di Aceh Besar.
Pelantikan PC IPNU Aceh Besar sendiri dijadwalkan akan berlangsung pada 3 Mei 2026, yang diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pelajar Nahdlatul Ulama di wilayah Aceh Besar.
Ayahanda Mujiburrahman dalam arahannya memberikan dorongan agar IPNU Aceh Besar terus menjaga integritas, memperkuat intelektualitas, dan tidak kehilangan ruh pengabdian. Ia menekankan bahwa kader IPNU harus hadir sebagai pelajar yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai keislaman dan kebangsaan.
Audiensi ini menjadi penanda bahwa PC IPNU Aceh Besar tengah bergerak dengan serius, menyiapkan pelantikan sebagai titik tolak penguatan organisasi, sekaligus meneguhkan komitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.











