BANDA ACEH – Ketua PMII Rayon Laksamana Malahayati, Muhammad Afif Irvandi El Tahiry, menyampaikan pandangan yang sejuk namun mengandung ketegasan terkait pentingnya menghadirkan daycare sebagai ruang yang benar-benar aman dan nyaman bagi anak-anak.
Dalam keterangannya, ia menuturkan bahwa meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap daycare adalah kenyataan yang tidak bisa dihindari. Namun, di balik itu, ada tanggung jawab besar yang tidak boleh diabaikan: menjaga rasa aman anak, baik secara fisik maupun emosional.
“Anak bukan sekadar dititipkan, mereka sedang ditumbuhkan. Daycare harus menjadi ruang teduh dan tempat anak merasa aman, dipahami, dan diperlakukan dengan penuh kasih,” ujar Afif dengan nada yang lembut namun berisi.
Ia mengingatkan bahwa kepercayaan orang tua kepada daycare adalah amanah yang tidak ringan. Setiap kelalaian, sekecil apa pun, berpotensi meninggalkan dampak yang panjang dalam perkembangan anak. Karena itu, menurutnya, kualitas pengasuhan harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar pelengkap administratif.
Afif juga mendorong adanya pengawasan yang lebih menyeluruh, tidak hanya dari sisi regulasi, tetapi juga dari kesadaran moral para pengelola. Kompetensi tenaga pengasuh, suasana interaksi, serta kelayakan fasilitas harus berjalan seiring dalam menghadirkan lingkungan yang sehat dan manusiawi bagi anak.
“Keamanan anak tidak bisa ditawar. Daycare bukan sekadar tempat singgah, tetapi harus menjadi rumah kedua yang menghadirkan ketenangan, bukan kegelisahan,” tegasnya, halus namun mengena.
Di akhir pernyataannya, ia mengajak para orang tua untuk lebih cermat dalam memilih daycare serta tetap terlibat dalam memastikan kualitas lingkungan tempat anak-anak mereka bertumbuh.
Pernyataan ini menjadi bagian dari komitmen PMII Rayon Laksamana Malahayati dalam mengawal isu-isu sosial kemasyarakatan, khususnya perlindungan anak. Sebab, bagi mereka, menjaga anak berarti menjaga masa depan, dan masa depan tidak boleh diserahkan pada ruang yang abai.










