MEUREUDU – Kinerja Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya di bawah kepemimpinan Bupati Sibral Malasyi mulai menunjukkan penguatan nyata. Sejumlah indikator utama pembangunan memperlihatkan tren positif, menandai fase pemulihan sekaligus akselerasi daerah dalam beberapa tahun terakhir.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah penduduk Pidie Jaya telah mencapai sekitar 167 ribu jiwa pada 2025. Pertumbuhan ini tak sekadar angka demografis, tetapi juga mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi dan daya tarik daerah.
Di sektor ekonomi, Pidie Jaya berhasil keluar dari tekanan pandemi. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang sempat terkontraksi kini berangsur pulih, dengan nilai mencapai sekitar Rp2,64 triliun. Angka ini menjadi sinyal bahwa roda ekonomi daerah kembali bergerak dan mulai stabil.
Indikator ketenagakerjaan pun ikut menguat. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada 2025 tercatat sebesar 60,31 persen, meningkat dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan semakin luasnya keterlibatan masyarakat dalam aktivitas ekonomi produktif.
Di sisi tata kelola, Pemkab Pidie Jaya mendorong transparansi dan akuntabilitas melalui sistem digital, termasuk penerapan e-kinerja bagi aparatur sipil negara. Langkah ini mempertegas arah birokrasi yang berbasis kinerja dan berorientasi hasil.
Sejak awal menjabat, Sibral Malasyi menitikberatkan pada percepatan program prioritas, penataan birokrasi, serta peningkatan disiplin aparatur. Pendekatan ini dinilai mampu mempercepat realisasi pembangunan yang lebih terukur dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dalam pengelolaan fiskal, pemerintah daerah juga menunjukkan penguatan. Melalui perencanaan RKPK, tercatat efisiensi anggaran pada 2023 dengan SiLPA sebesar Rp13,7 miliar, yang menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas keuangan daerah.
Bupati Sibral Malasyi menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen daerah.
“Pemerintah akan terus memastikan setiap program berjalan tepat sasaran dan memberi dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan tren yang terus menguat, Pidie Jaya kini berada di jalur yang lebih stabil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan, serta memperkuat daya saing di tingkat Provinsi Aceh.[Mul]

![[Opini] Degradasi Nilai Pendidikan di Era Viralitas](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-01-at-13.22.10-75x75.jpeg)





![[Opini] Degradasi Nilai Pendidikan di Era Viralitas](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-01-at-13.22.10-120x86.jpeg)



