ACEH JAYA — Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) mulai agresif “turun gunung” ke daerah untuk memburu calon mahasiswa pascasarjana. Program S2 hingga S3 di bidang kesehatan kini dibuka lebar, dengan iming-iming masa studi singkat dan jalur beasiswa yang dipermudah.
Koordinator Program Pascasarjana FK USK, Dr. H. Said Usman, S.Pd., M.Kes, menegaskan langkah ini sebagai upaya langsung menjaring sumber daya manusia dari daerah.
“Kami datang langsung ke daerah untuk membuka akses seluas-luasnya bagi tenaga kesehatan melanjutkan pendidikan,” ujarnya kepada media selepas sosialisasi di Aceh Jaya, Senin (4/5/2026).
FK USK saat ini memiliki 21 program spesialis, termasuk sejumlah subspesialis baru yang diluncurkan tahun ini. Di level pascasarjana, tiga program utama ditawarkan: Magister Kesehatan Masyarakat (MKM), Sains Biomedis, dan Tropical Medicine.
Program MKM menjadi andalan dengan delapan konsentrasi, mulai dari epidemiologi hingga manajemen rumah sakit. Menariknya, program ini tidak hanya terbuka untuk tenaga kesehatan, tetapi juga lulusan non-kesehatan.
“Semua bisa masuk, nanti kita siapkan matrikulasi untuk penyesuaian,” kata Said.
Durasi studi yang bisa ditempuh hanya sekitar 18 bulan menjadi daya tarik tambahan. Namun yang paling mencolok adalah kemudahan jalur beasiswa.
Menurut Said, calon mahasiswa yang sudah mengantongi pembiayaan dari pemerintah daerah bahkan bisa langsung diterima tanpa tes.
“Kalau sudah ada beasiswa, tidak perlu lagi ikut ujian. Ini untuk percepatan SDM daerah,” tegasnya.
Biaya kuliah program MKM dipatok Rp15 juta per semester untuk kelas reguler dan Rp20 juta untuk kelas mandiri dengan jadwal fleksibel. Sistem pembelajaran juga mulai mengadopsi pola hybrid, menggabungkan tatap muka dan daring.
Dengan akreditasi unggul hingga 2029, FK USK tampak serius memperluas basis mahasiswa dari daerah—sekaligus memperkuat dominasi pendidikan tenaga kesehatan di Aceh.[]











