Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

KKR Hilang Arah: Aktivis HAM Desak Komisi 1 DPRA Segera Ganti semua Komisioner

Admin by Admin
10/05/2026
in Nanggroe
0
KKR Hilang Arah: Aktivis HAM Desak Komisi 1 DPRA Segera Ganti semua Komisioner

‎
‎BANDA ACEH– Kinerja Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh kini tengah mendapat sorotan tajam. Aktivis HAM Aceh, Farhan Syamsuddin dan juga sebagai Pendamping korban menilai lembaga yang seharusnya menjadi harapan bagi para korban Pelanggaran HAM Berat (PHB) di Aceh tersebut telah gagal bekerja secara maksimal dalam memperjuangkan hak-hak korban kepada Pemerintah Pusat.

‎Menurut Farhan, alih-alih fokus pada pemenuhan hak korban, kondisi internal KKR Aceh justru diperparah dengan adanya isu ketidakharmonisan atau kisruh antar komisioner yang menghambat efektivitas kerja lembaga tersebut.

‎”Kita melihat KKR Aceh saat ini kehilangan arah. Tidak ada progres nyata yang dirasakan korban PHB dalam upaya lobi ke Pemerintah Pusat.

Sebaliknya, yang muncul ke permukaan justru isu perpecahan internal yang sangat merugikan agenda kemanusiaan di Aceh,” ujar Farhan dalam pernyataan persnya hari ini kepada awak media.
‎Selain masalah kinerja dan konflik internal, Farhan juga menyoroti dugaan ketidakberesan terkait Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) yang kini santer dibicarakan.

Ia mendesak Inspektorat Aceh untuk bertindak tegas dan transparan dalam mengungkap hasil audit atau evaluasi terhadap perjalanan dinas Ketua, Wakil Ketua, dan para komisioner lainnya.

‎”Publik berhak tahu. Kami meminta Inspektorat Aceh segera membuka hasil temuan terkait SPPD komisioner KKR Aceh secara transparan.

Jangan ada yang ditutup-tutupi jika memang ditemukan penyimpangan anggaran yang seharusnya bisa digunakan untuk kepentingan korban,” tegasnya.

‎Melihat akumulasi masalah tersebut mulai dari mandegnya perjuangan bagi korban, kisruh internal, hingga isu integritas anggaran Farhan mendorong Komisi 1 DPR Aceh (DPRA) sebagai pihak yang melakukan seleksi untuk segera mengambil langkah konkret.

‎”Komisi 1 DPRA harus bertanggung jawab atas kinerja komisioner yang mereka pilih. Dengan kondisi yang tidak lagi kondusif dan kinerja yang jalan di tempat, kami mendesak agar segera dilakukan pergantian komisioner KKR Aceh.

Korban PHB Aceh butuh sosok yang berintegritas dan benar-benar mau bekerja, bukan yang sibuk dengan konflik internal atau masalah SPPD,” tutup Farhan. Komisi 1 DPRA Segera Ganti semua Komisioner.
‎
‎BANDA ACEH 10 Mei 2026– Kinerja Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh kini tengah mendapat sorotan tajam. Aktivis HAM Aceh, Farhan Syamsuddin dan juga sebagai Pendamping korban menilai lembaga yang seharusnya menjadi harapan bagi para korban Pelanggaran HAM Berat (PHB) di Aceh tersebut telah gagal bekerja secara maksimal dalam memperjuangkan hak-hak korban kepada Pemerintah Pusat.

‎Menurut Farhan, alih-alih fokus pada pemenuhan hak korban, kondisi internal KKR Aceh justru diperparah dengan adanya isu ketidakharmonisan atau kisruh antarkomisioner yang menghambat efektivitas kerja lembaga tersebut.

‎”Kita melihat KKR Aceh saat ini kehilangan arah. Tidak ada progres nyata yang dirasakan korban PHB dalam upaya lobi ke Pemerintah Pusat.

Sebaliknya, yang muncul ke permukaan justru isu perpecahan internal yang sangat merugikan agenda kemanusiaan di Aceh,” ujar Farhan dalam pernyataan persnya hari ini kepada awak media.

‎Selain masalah kinerja dan konflik internal, Farhan juga menyoroti dugaan ketidakberesan terkait Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) yang kini santer dibicarakan.

Ia mendesak Inspektorat Aceh untuk bertindak tegas dan transparan dalam mengungkap hasil audit atau evaluasi terhadap perjalanan dinas Ketua, Wakil Ketua, dan para komisioner lainnya.

‎”Publik berhak tahu. Kami meminta Inspektorat Aceh segera membuka hasil temuan terkait SPPD komisioner KKR Aceh secara transparan. Jangan ada yang ditutup-tutupi jika memang ditemukan penyimpangan anggaran yang seharusnya bisa digunakan untuk kepentingan korban,” tegasnya.

‎Melihat akumulasi masalah tersebut mulai dari mandegnya perjuangan bagi korban, kisruh internal, hingga isu integritas anggaran Farhan mendorong Komisi 1 DPR Aceh (DPRA) sebagai pihak yang melakukan seleksi untuk segera mengambil langkah konkret.

‎”Komisi 1 DPRA harus bertanggung jawab atas kinerja komisioner yang mereka pilih. Dengan kondisi yang tidak lagi kondusif dan kinerja yang jalan di tempat, kami mendesak agar segera dilakukan pergantian komisioner KKR Aceh.

Korban PHB Aceh butuh sosok yang berintegritas dan benar-benar mau bekerja, bukan yang sibuk dengan konflik internal atau masalah SPPD,” tutup Farhan.

Previous Post

Sudirman Said Tanamkan Nilai Kemanusiaan dan Kesukarelaan kepada PMR Aceh

Next Post

Di Ikuti Dua Kemukiman, Sekda Abdya Buka MTQ Tingkat Kecamatan Jeumpa

Next Post
Di Ikuti Dua Kemukiman, Sekda Abdya Buka MTQ Tingkat Kecamatan Jeumpa

Di Ikuti Dua Kemukiman, Sekda Abdya Buka MTQ Tingkat Kecamatan Jeumpa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2027, Berikut Daftarnya

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2027, Berikut Daftarnya

15/09/2026
Hoaks Menyebar dalam Detik, PWI Pidie Jaya: Anak Muda Harus Jadi Filter

Hoaks Menyebar dalam Detik, PWI Pidie Jaya: Anak Muda Harus Jadi Filter

15/09/2026
Dr Nasrul: Indikasi Maladministrasi Membayangi Proses Perizinan IUP di Samadua

Dr Nasrul: Indikasi Maladministrasi Membayangi Proses Perizinan IUP di Samadua

15/09/2026
Linmas di Aceh Jangan Sekadar Nama, Regulasi dan Anggaran Dipertanyakan

Linmas di Aceh Jangan Sekadar Nama, Regulasi dan Anggaran Dipertanyakan

15/09/2026
Puluhan Pemuda Pidie Jaya Digembleng Jadi Kader Penggerak, Targetkan Calon Pemimpin Masa Depan

Puluhan Pemuda Pidie Jaya Digembleng Jadi Kader Penggerak, Targetkan Calon Pemimpin Masa Depan

15/09/2026

Terpopuler

ASN, Non ASN, dan Honorer yang Belum Aktifkan IKD Segera Registrasi dan Aktivasi

ASN, Non ASN, dan Honorer yang Belum Aktifkan IKD Segera Registrasi dan Aktivasi

15/09/2026

Misteri ‘Talak 3’ Bunda Salma dan Cipratan Kopi Aceh

Dua Murid MIN 50 Bireuen Raih Juara OMI Tingkat Kabupaten

Krak, Dua Jembatan Utama di Aceh Siap Beroperasi

KKR Hilang Arah: Aktivis HAM Desak Komisi 1 DPRA Segera Ganti semua Komisioner

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com