Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kolom

Mangan Medalung Perimpean: Tradisi yang Menyatukan, Warisan yang Mulai Terpinggirkan

redaksi by redaksi
10/05/2026
in Kolom
0
Mangan Medalung Perimpean: Tradisi yang Menyatukan, Warisan yang Mulai Terpinggirkan

Oleh Syahrul Amin (PMII Aceh)

Aceh Selatan |Di tengah derasnya arus modernisasi yang kian menggerus nilai-nilai kebersamaan, masyarakat Kluet masih menyimpan satu tradisi yang hangat dan penuh makna: Mangan Medalung Perimpean. Tradisi ini bukan sekadar ritual makan bersama, melainkan cerminan jati diri, solidaritas, dan kekuatan ikatan keluarga yang telah diwariskan lintas generasi.

Di dalam nimpan ruang adat yang dihias dengan penuh ketelatenan para perempuan keluarga besar duduk melingkar. Tidak ada sekat, tidak ada jarak. Yang ada hanyalah kebersamaan yang tulus. Satu ekor ayam utuh yang disajikan bukan sekadar hidangan, melainkan simbol rezeki yang dinikmati bersama, tanpa membeda-bedakan.

Istilah perimpean sendiri merujuk pada saudara dekat, baik dari garis ayah maupun ibu. Dalam lingkaran itu, tawa pecah tanpa dibuat-buat. Candaan mengalir tanpa batas. Di sanalah kehangatan keluarga menemukan bentuknya yang paling sederhana, namun justru paling bermakna.

Namun, pertanyaannya: sampai kapan tradisi ini mampu bertahan?

Di era ketika individualisme semakin menguat dan interaksi keluarga mulai tergantikan oleh layar gawai, tradisi seperti Mangan Medalung Perimpean perlahan terancam kehilangan ruangnya. Ia bukan hilang karena dilupakan, tetapi karena tidak lagi dianggap penting oleh generasi yang mulai menjauh dari akar budayanya sendiri.

Padahal, tradisi ini tidak hanya hadir dalam momen sakral seperti pernikahan dan Sunat Rasul, tetapi juga menjadi perekat sosial yang menjaga harmoni dalam keluarga besar. Di sanalah nilai saling menghargai, kebersamaan, dan rasa syukur diajarkan tanpa perlu kata-kata.

Jika tradisi ini hilang, yang lenyap bukan sekadar kebiasaan makan bersama, tetapi juga identitas, memori kolektif, dan cara kita memahami arti keluarga.

Sebagai generasi yang hidup di persimpangan antara tradisi dan modernitas, kita dihadapkan pada pilihan: menjadi pewaris yang menjaga, atau justru menjadi generasi yang membiarkan warisan itu pudar.

“Tradisi yang ada di Kluet ini wajib kita jaga dengan sebaik mungkin agar tetap lestari dan bisa dinikmati oleh generasi seterusnya,” tegas Syahrul Amin.

Seruan ini bukan sekadar ajakan, tetapi peringatan bahwa jika bukan kita yang menjaga, mene ” oyak kito isean lainno” maka siapa lagi?

Previous Post

Lolos 02SN Tingkat Kabupaten, Berikut Juara dari Kecamatan Tapaktuan

Next Post

Tabligh Akbar Muhammadiyah Abdya, Dr. Safaruddin Titip Beberapa Pesan Keumatan

Next Post
Tabligh Akbar Muhammadiyah Abdya, Dr. Safaruddin Titip Beberapa Pesan Keumatan

Tabligh Akbar Muhammadiyah Abdya, Dr. Safaruddin Titip Beberapa Pesan Keumatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ketika Kampus dan Bawaslu Bergandengan Tangan: Demokrasi Tidak Cukup Hanya Diawasi, Ia Harus Dididik

Ketika Kampus dan Bawaslu Bergandengan Tangan: Demokrasi Tidak Cukup Hanya Diawasi, Ia Harus Dididik

14/08/2026
Hasil Verifikasi Faktual DPP, 9 DPC Dukung Nurdiansyah Alasta

Hasil Verifikasi Faktual DPP, 9 DPC Dukung Nurdiansyah Alasta

14/08/2026
RI-Kamboja Bentuk Indonesia Desk, Cegah WNI Terlibat Online Scam

RI-Kamboja Bentuk Indonesia Desk, Cegah WNI Terlibat Online Scam

14/08/2026
Menhan AS ‘Dirujak’ Senator soal Kondisi Buruk Kapal USS Lincoln

Menhan AS ‘Dirujak’ Senator soal Kondisi Buruk Kapal USS Lincoln

14/08/2026
Risiko Banjir Bandang Tinggi di Musim Penghujan Masyarakat Didorong Susur dan Periksa Sungai

Risiko Banjir Bandang Tinggi di Musim Penghujan Masyarakat Didorong Susur dan Periksa Sungai

13/08/2026

Terpopuler

Pidie Jaya Masuk Daftar Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Pidie Jaya Masuk Daftar Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

13/08/2026

Mangan Medalung Perimpean: Tradisi yang Menyatukan, Warisan yang Mulai Terpinggirkan

Risiko Banjir Bandang Tinggi di Musim Penghujan Masyarakat Didorong Susur dan Periksa Sungai

Jamaluddin Idham Didampingi DKP Serahkan Bantuan Hibah Alat Tangkap untuk Nelayan Abdya

Forkopimda Aceh Minta Tambang Emas Rakyat Ditutup, Syahril: Jangan Binasakan Rakyat di Kaki Bumi Sendiri

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com