TAPAKTUAN – Dalam upaya memperkuat lingkungan pendidikan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Aceh Selatan menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pegiat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Lembaga Pendidikan Bersih Narkoba.
Acara di aula kampus Poltekkes Aceh Selatan Prodi Keperawatan, Jumat, 22 Mei 2026 ini, diikuti oleh peserta dari berbagai unsur lembaga pendidikan, meliputi guru mata pelajaran IPA dan wakil kepala bidang kurikulum dari15 sekolah tingkat SMA, SMK, dan madrasah di kawasan Tapaktuan. Para peserta dipersiapkan menjadi pegiat P4GN melalui penguatan integrasi kurikulum anti narkoba atau Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) di lingkungan pendidikan.
Plh Kepala Kantor Kemenag Aceh Selatan, HM Suryadi Anwar SAg, hadir sekaligus memberikan materi dalam kegiatan tersebut. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya peran dunia pendidikan dalam membangun benteng moral generasi muda dari ancaman narkoba.
Menurutnya, lembaga pendidikan tidak hanya berfungsi mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan kesadaran peserta didik terhadap berbagai ancaman sosial, termasuk penyalahgunaan narkotika.
“Sekolah dan madrasah harus menjadi ruang aman bagi peserta didik. Pencegahan narkoba tidak cukup hanya dengan sosialisasi, tetapi perlu diintegrasikan dalam pembelajaran. Misalnya dalam pelajaran IPA atau pelajaran agama bisa disampaikan bagaimana bahaya narkoba atau dampak sosialnya kepada para siswa,” ujar Suryadi.
Ia juga mengapresiasi langkah BNN Kabupaten Aceh Selatan yang terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan bebas narkoba.
Bimbingan teknis ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, di antaranya unsur BNNK Aceh Selatan/BNK Tapaktuan, Dinas Pendidikan Aceh wilayah Aceh Selatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Selatan, serta koordinator pengawas dari unsur Dinas Pendidikan.







