Kuala Simpang – Satuan Tugas Penanganan dan Rehabilitasi Rekonstruksi (Satgas PRR) Aceh terus mempercepat pembangunan 500 unit hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.
Memasuki tahap penting pembangunan, proses verifikasi dan pengundian tahap pertama untuk 200 unit huntap berlangsung lancar di Kampung Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bukti sinergi yang dibangun Satgas PRR bersama pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, dan berbagai pihak terkait dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat yang terdampak bencana banjir.
Keberadaan Satgas PRR dinilai berhasil memperkuat koordinasi lintas sektor yang selama ini menjadi tantangan dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Melalui pendekatan kolaboratif, berbagai hambatan administratif maupun teknis dapat diatasi sehingga pembangunan hunian permanen bagi warga terdampak dapat berjalan lebih cepat dan terarah.
Kepala Pos Komando Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal, mengatakan bahwa berdasarkan hasil rapat percepatan yang dipimpinnya bersama Koordinator Galapana DPR RI, sebanyak 37 dari 40 lokasi huntap komunal di Aceh Tamiang telah dinyatakan siap untuk dibangun.
“Sebanyak 37 lokasi sudah siap dibangun, sementara tiga lokasi lainnya masih dalam proses pelepasan lahan HGU. Kami terus mendorong solusi administratif agar pembangunan tetap berjalan dan tidak tertunda sambil menunggu proses legalisasi lahan selesai,” ujarnya.
Safrizal menegaskan bahwa penentuan lokasi pembangunan huntap dilakukan melalui berbagai kajian yang komprehensif. Pemerintah telah mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, budaya, hingga risiko kebencanaan guna memastikan lokasi yang dipilih aman dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
Menurutnya, pembangunan huntap tidak hanya bertujuan menyediakan tempat tinggal yang layak, tetapi juga memastikan keberlanjutan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setelah bencana.
Di Kampung Kebun Tanjung Seumantoh, pembangunan 500 unit huntap hasil kolaborasi antara Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terus berjalan sesuai rencana. Program tersebut menjadi salah satu proyek strategis pemulihan pascabencana yang mendapat dukungan penuh dari Satgas PRR Aceh.
Pemerintah berharap percepatan pembangunan huntap dapat segera memberikan kepastian tempat tinggal bagi warga terdampak banjir sekaligus mempercepat proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat di Aceh Tamiang.










