BANDA ACEH – Sebuah kapal motor (bot) yang mengangkut ratusan tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) kosong rute Sabang menuju Banda Aceh dilaporkan tenggelam di kawasan Babah Kuala, Gampong Jawa, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh.
Peristiwa kapal tenggelam di Banda Aceh tersebut terjadi pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 20.45 WIB, saat kapal hendak memasuki alur Babah Kuala.
Pemilik PT Gas Aneuk Meugah, Munazar Ismail yang akrab disapa Toke Cicik, mengonfirmasi insiden tersebut. Berdasarkan laporan dari tekong (nakhoda) kapal, kapal motor tersebut karam setelah dihantam cuaca buruk berupa gelombang tinggi.
“Setiap gelombang menghantam kapal, air masuk ke dalam bot. Awalnya masih bisa ditangani, tetapi volume air yang masuk semakin banyak hingga kapal tidak mampu bertahan,” kata Munazar kepada wartawan, Minggu (7/6/2026).
Munazar menjelaskan, berdasarkan pengakuan kru di lapangan, bot pengangkut gas tersebut sempat dihantam gelombang besar lebih dari lima kali dari sisi sebelah kiri.
Awak kapal sebenarnya sudah berupaya melakukan tindakan darurat demi menyelamatkan kapal agar tidak karam. Pengurasan air laut yang masuk ke lambung kapal dilakukan menggunakan seluruh fasilitas yang ada.
“Sudah digunakan dua pompa pembuangan air dan satu mesin alkon tambahan, tetapi tidak mampu mengimbangi air yang masuk akibat hantaman gelombang yang cukup besar,” ujar Munazar menjelaskan kronologi kejadian.
Meski kapal pengangkut LPG tersebut akhirnya tenggelam sepenuhnya, Munazar memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Tekong, masinis, beserta seluruh Anak Buah Kapal (ABK) dilaporkan berhasil menyelamatkan diri ke daratan.
Akibat insiden ini, ratusan tabung LPG kosong yang diangkut kapal berhamburan ke laut dan terbawa arus. Sebagian besar tabung gas tersebut hanyut hingga terdampar di pesisir pantai sekitar lokasi kejadian. Pihak perusahaan bersama warga setempat langsung bergerak cepat untuk mengamankan aset tabung gas yang mengapung dan terdampar tersebut.
“Beberapa tabung yang terdampar sudah kami kumpulkan. Sebagian juga sudah berhasil dinaikkan ke dalam truk untuk diamankan,” tutur Munazar.
Karamnya kapal motor ini diprediksi bakal memicu gangguan pada jalur distribusi LPG ke Kota Sabang dalam beberapa hari ke depan. Pasalnya, armada yang tenggelam merupakan salah satu sarana transportasi utama pengangkutan pasokan gas dari Banda Aceh menuju Sabang.
Munazar memperkirakan jika tidak ada solusi cepat atau kebijakan khusus dari pihak otoritas terkait, gangguan pasokan ini bisa berlangsung setidaknya selama satu pekan ke depan.
“Minimal dalam satu minggu ke depan pasti ada kendala. Karena pengiriman LPG ke Sabang harus menunggu koordinasi lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait,” katanya menambahkan.
Pihak agen berharap pemerintah daerah dan instansi terkait bisa segera merumuskan langkah penanganan prosedur darurat (emergency procedure). Hal ini penting dilakukan agar stok gas di pangkalan LPG maupun konsumen di Sabang tetap terjaga dan terhindar dari kelangkaan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Gas Aneuk Meugah masih melakukan pendataan internal untuk menghitung jumlah pasti tabung gas yang hilang serta total kerugian material akibat tenggelamnya kapal tersebut.










