Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Dolar Turun Tipis, BBM Melambung Tinggi: Rakyat Kecil Lagi-Lagi Jadi Korban

redaksi by redaksi
10/06/2026
in Ekonomi, Lintas Barat Selatan
0
Dolar Turun Tipis, BBM Melambung Tinggi: Rakyat Kecil Lagi-Lagi Jadi Korban

BLANGPIDIE — Harga dolar turun tipis, tapi harga BBM kembali melambung. Pola lama yang terus berulang. Saat kurs menguat, penyesuaian harga cepat. Saat kurs melemah, penurunan terasa lambat atau bahkan tidak ada.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini Rabu 10 Juni 2026 diperkirakan bergerak fluktuatif tetapi cenderung ditutup melemah pada rentang Rp18.050 hingga Rp18.100 per dolar AS.

Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 170 poin atau 0,94% ke Rp18.000 per dolar AS pada penutupan perdagangan, Selasa (09/06).

Rupiah ditutup menguat bersama mata uang di Asia seperti yuan China menguat 0,19%, dolar Hong Kong naik 0,01%, yen Jepang turun 0,01%, dan won Korea naik 0,38%.

Disisi lain, harga Pertamax (RON 92) resmi mengalami penyesuaian menjadi Rp16.250 per liter, naik dari sebelumnya Rp12.300 per liter. Kenaikan harga BBM nonsubsidi dari PT Pertamina ini berlaku efektif secara nasional mulai Rabu, 10 Juni 2026.

Berdasarkan keterangan persnya pada Selasa (9/6), PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga BBM Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 menjadi Rp 16.250 per liter mulai 10 Juni. Selain itu harga BBM Pertamax Green (RON 95) juga naik dari Rp12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.

Hal ini tentunya akan memicu efek domino yang menekan daya beli kelas menengah, meningkatkan inflasi, serta mendorong kenaikan biaya transportasi dan logistik.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh Barat Daya, H. Hasrul Hasan mengungkapkan, dampak utama dari kenaikan harga BBM ini meliputi tekanan daya beli, dimana beban pengeluaran rumah tangga meningkat, memicu risiko turunnya pengeluaran konsumsi. Banyak kelas menengah terpaksa mengetatkan anggaran.

Kenaikan Harga Barang (Inflasi), biaya distribusi dan logistik yang membengkak membuat harga kebutuhan pokok berpotensi ikut merangkak naik.
Peralihan konsumen, memicu fenomena down-grading di mana konsumen beralih dari Pertamax ke BBM bersubsidi (Pertalite), yang pada akhirnya dapat menambah beban subsidi negara.

“Bagi pengambil kebijakan, ini soal neraca dan subsidi. Tapi bagi rakyat kecil, ini soal dapur yang mengepul. Tukang ojek, petani, ibu rumah tangga, mereka nggak ngerti rumus kurs. Yang mereka tau: ongkos naik, harga kebutuhan naik, daya beli turun,” ucap Hasrul

Pihaknya mendorong pemerintah untuk Transparan dalam menghitung formula harga BBM ke publik. Biar rakyat mengerti, bukan cuma nerima.

“Melindungi daya beli kelompok rentan. Subsidi harus tepat sasaran, bukan habis di tengah jalan, Mendorong energi alternatif dan efisiensi, biar kita nggak terus disandera fluktuasi dolar dan minyak dunia,” ungkap Ketua KADIN Abdya itu.

Previous Post

HUT ke-19 Pidie Jaya: Momentum Kebangkitan Ekonomi dan Pengelolaan SDA Berkelanjutan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Dolar Turun Tipis, BBM Melambung Tinggi: Rakyat Kecil Lagi-Lagi Jadi Korban

Dolar Turun Tipis, BBM Melambung Tinggi: Rakyat Kecil Lagi-Lagi Jadi Korban

10/06/2026
HUT ke-19 Pidie Jaya: Momentum Kebangkitan Ekonomi dan Pengelolaan SDA Berkelanjutan

HUT ke-19 Pidie Jaya: Momentum Kebangkitan Ekonomi dan Pengelolaan SDA Berkelanjutan

10/06/2026
208 Peserta Meriahkan Perayaan MTQ Tingkat Tangan-Tangan

208 Peserta Meriahkan Perayaan MTQ Tingkat Tangan-Tangan

10/06/2026
Kemenag Salurkan Lebih dari Rp85 Miliar untuk Penanganan Dampak Bencana di Aceh

Kemenag Salurkan Lebih dari Rp85 Miliar untuk Penanganan Dampak Bencana di Aceh

10/06/2026
Mualem Ngaku Kemiskinan Aceh Naik jadi 17% Akibat Bencana

Mualem Ngaku Kemiskinan Aceh Naik jadi 17% Akibat Bencana

10/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

HUT Pidie Jaya 2026: Antara Perayaan, Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Syariat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com