Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Tengah

‎Masyarakat Gayo Patungan Perbaiki Jalan Nasional, YARA: Pengakuan Tito Karnavian Soal Infrastruktur Rusak Harus Dibuktikan dengan Aksi Nyata

redaksi by redaksi
11/06/2026
in Lintas Tengah
0
‎Masyarakat Gayo Patungan Perbaiki Jalan Nasional, YARA: Pengakuan Tito Karnavian Soal Infrastruktur Rusak Harus Dibuktikan dengan Aksi Nyata

‎BENER MERIAH – Dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Capaian Penanganan serta Percepatan Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi Aceh di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (9/6/2026), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana wilayah Sumatra, Muhammad Tito Karnavian, mengakui pemulihan Aceh belum sepenuhnya tuntas.
‎
‎Enam bulan pascabencana, sejumlah sektor strategis seperti perumahan, pendidikan, rumah ibadah, dan infrastruktur dasar masih memerlukan rehabilitasi serta rekonstruksi lanjutan.
‎
‎Pernyataan tersebut mendapat sorotan dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Bener Meriah yang menilai pengakuan itu harus segera diwujudkan dalam langkah nyata percepatan rehabilitasi lanjutan. Khususnya, pada infrastruktur vital yang hingga kini masih dikeluhkan masyarakat pascabencana di wilayah Gayo enam bulan yang lalu.
‎
‎”Jika pemerintah pusat mengakui masih banyak infrastruktur yang rusak, maka kondisi di Tanoh Gayo adalah bukti nyata yang harus segera ditangani secara cepat dan serius serta berkelanjutan.
‎
‎Enam bulan pascabencana, masyarakat Tanah Gayo justru terpaksa patungan memperbaiki jalan nasional yang menjadi tanggung jawab negara,” kata Dahlan.
‎
‎Menurut Dahlan, klaim percepatan pemulihan dan dukungan anggaran miliaran rupiah yang disampaikan Mantan Kapolri Jenderal Tito Karnavian belum sepenuhnya dirasakan masyarakat di lapangan.
‎
‎Kondisi infrastruktur yang masih rusak di sejumlah wilayah menjadi indikator bahwa hasil pemulihan pascabencana belum berjalan secepat yang diharapkan masyarakat terdampak pascabencana.
‎
‎Sebab, akses transportasi yang menjadi urat nadi ekonomi ribuan petani kopi dan pelaku usaha di Dataran Tinggi Tanoh Gayo masih dalam kondisi memprihatinkan.
‎
‎Dahlan juga menyoroti lambannya respons pemerintah pusat dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh terhadap berbagai keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan yang terus berulang.
‎
‎”Rakyat tidak membutuhkan sekadar data capaian dan angka anggaran. Yang dibutuhkan adalah jalan yang aman dilalui, distribusi hasil pertanian yang lancar, dan kehadiran negara yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tutur Dahlan kepada Tribungayo, Rabu, Panteraya, Bener Meriah (10/6/2026).
‎
‎Ia mendesak Satgas PRR di bawah komando Tito Karnavian untuk menjadikan rehabilitasi jalan nasional di Tanoh Gayo sebagai prioritas utama pemulihan pascabencana.
‎
‎Peristiwa gotong royong warga memperbaiki jalan nasional dengan dana pribadi, lanjut Dahlan, menjadi ironis besar.
‎
‎Di satu sisi, Tanoh Gayo dikenal sebagai daerah penghasil kopi arabika unggulan dan getah pinus yang berkontribusi bagi perekonomian nasional, namun di sisi lain masyarakat harus mengambil alih peran negara demi mempertahankan akses transportasi yang layak.

‎”Ketika jalan negara rusak dan rakyat yang harus membiayai perbaikannya, maka pertanyaan yang muncul adalah di mana negara saat masyarakat paling membutuhkan kehadirannya.” pungkas Dahlan.

Previous Post

Masjid Raya Baiturrahman Aceh Akan Gelar Malam Muhasabah Bersama Abu Muda Bakongan

Next Post

Ketua TP PKK Bantu Mesin Jahit kepada Siswi Kurang Mampu

Next Post
Ketua TP PKK Bantu Mesin Jahit kepada Siswi Kurang Mampu

Ketua TP PKK Bantu Mesin Jahit kepada Siswi Kurang Mampu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pemerintah Aceh Percepat Kegiatan Tambahan TKD untuk Pemulihan Pasca Bencana Hidrometeorologi

Pemerintah Aceh Percepat Kegiatan Tambahan TKD untuk Pemulihan Pasca Bencana Hidrometeorologi

20/07/2026
Bupati Haili Yoga Hadiri Lepas Sambut Dandim

Bupati Haili Yoga Hadiri Lepas Sambut Dandim

20/07/2026
Dua Siswa SMKN 2 Banda Aceh Raih Beasiswa ke Tiongkok

Dua Siswa SMKN 2 Banda Aceh Raih Beasiswa ke Tiongkok

20/07/2026
Kakankemenag Aceh Timur Tinjau Sarana Prasarana MAN 1, Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan

Kakankemenag Aceh Timur Tinjau Sarana Prasarana MAN 1, Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan

20/07/2026
Rekam Jejak Strategis: Nurdiansyah Alasta Layak Jadi Nahkoda Demokrat Aceh

Rekam Jejak Strategis: Nurdiansyah Alasta Layak Jadi Nahkoda Demokrat Aceh

20/07/2026

Terpopuler

Launching Hope Coffee, Sajikan Kuah Beulangong hingga Ayam Pramugari Khas Aceh Besar

Launching Hope Coffee, Sajikan Kuah Beulangong hingga Ayam Pramugari Khas Aceh Besar

18/07/2026

Megawati akan Kukuhkan Mantan Ketua OSIS STM Meulaboh di Jajaran Pimpinan Pusat Gerakan Nelayan Tani Indonesia

Terduga Pelaku Perampokan di Tokoh Emas Tapaktuan Ditangkap Polisi

KPK Surati Gubernur Aceh hingga 23 Kepala Daerah Kabupaten/Kota, Meminta Data 10 Proyek Strategis

Siapa Sebenarnya Sosok Kapolres Abdya yang Baru, Ini Profil AKBP Ade Gita Rachmadi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com