Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Riyaldi Dinilai Tepat Pimpin KNPI Aceh Selatan, Dinilai Mampu Hadirkan Semangat Baru Organisasi Kepemudaan

redaksi by redaksi
11/06/2026
in Lintas Barat Selatan
0
Riyaldi Dinilai Tepat Pimpin KNPI Aceh Selatan, Dinilai Mampu Hadirkan Semangat Baru Organisasi Kepemudaan

TAPAKTUAN – Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Cabang Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPC KNPI) Aceh Selatan mulai menghangat. Di tengah harapan besar terhadap kebangkitan organisasi kepemudaan tersebut, nama Riyaldi mulai mendapat dukungan dari sejumlah elemen pemuda.

Koordinator Kaukus Pemuda Peduli Aceh Selatan (KP2AS), Rusdiman, menilai Riyaldi merupakan figur yang tepat untuk memimpin KNPI Aceh Selatan dalam periode mendatang. Menurutnya, organisasi kepemudaan terbesar itu membutuhkan sosok yang mampu menghadirkan semangat pembaharuan, bukan sekadar mempertahankan pola lama yang cenderung stagnan dan seremonial.

“KNPI yang merupakan wadah berhimpunnya organisasi kepemudaan sudah seyogyanya menjadi lokomotif untuk mewujudkan Aceh Selatan yang maju dan produktif. Bukan sebatas organisasi pasif yang hanya melaksanakan kegiatan seremonial atau turnamen olahraga semata,” kata Rusdiman kepada wartawan, Rabu (10/6/2026).

Ia menilai momentum Musda kali ini menjadi titik penting untuk menghidupkan kembali peran strategis KNPI Aceh Selatan yang dalam beberapa tahun terakhir dinilai kehilangan daya gerak dan minim kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

Menurut Rusdiman, organisasi kepemudaan di era modern tidak lagi cukup hanya menjadi ruang kumpul elit pemuda atau kendaraan politik sesaat, tetapi harus mampu menjadi laboratorium gagasan dan pusat gerakan sosial yang produktif.

“KNPI harus benar-benar bangkit dengan sosok baru yang siap bergerak dan berkontribusi untuk pembangunan Aceh Selatan. Pemimpin KNPI ke depan harus punya komitmen membesarkan organisasi, bukan menjadikan organisasi sebagai batu loncatan politik pribadi,” ujarnya.

Rusdiman menyebut, Riyaldi dinilai memiliki rekam jejak organisasi yang baik sejak masa mahasiswa. Selain aktif di berbagai organisasi kepemudaan, Riyaldi juga dianggap memiliki kemampuan komunikasi lintas kelompok dan tidak memiliki catatan kontroversial.

“Kami melihat semangat pembaharuan dan kesiapan untuk mengayomi ada pada sosok Riyaldi. Karena itu, kami mendorong Riyaldi agar maju dalam Musda KNPI Aceh Selatan,” katanya.

Dalam pandangan KP2AS, tantangan terbesar KNPI Aceh Selatan saat ini bukan hanya soal regenerasi kepemimpinan, tetapi bagaimana mengembalikan marwah organisasi agar kembali relevan di tengah persoalan riil yang dihadapi generasi muda.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tantangan kepemudaan di daerah masih cukup kompleks, mulai dari pengangguran usia muda, rendahnya akses kewirausahaan, hingga minimnya ruang pengembangan kapasitas pemuda di tingkat gampong. Dalam konteks itu, KNPI dinilai seharusnya mampu menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus wadah advokasi kepentingan pemuda.

Rusdiman menegaskan, kepemimpinan KNPI tidak boleh lagi terjebak pada politik blok atau kelompok tertentu.

“Kita berharap tidak ada istilah blok A atau blok B. KNPI harus mampu merangkul multipihak dalam memperjuangkan kepentingan pemuda, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya independensi organisasi kepemudaan. Menurutnya, KNPI harus mampu menjadi sahabat pemerintah sekaligus pengontrol kebijakan publik.

“KNPI harus siap mendukung pemerintah jika kebijakannya benar, tetapi juga harus berani mengkritik jika kebijakan pemerintah salah. Organisasi kepemudaan tidak boleh menjadi penjilat kekuasaan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut dinilai relevan dengan kondisi banyak organisasi kepemudaan saat ini yang mulai kehilangan fungsi kontrol sosial akibat terlalu dekat dengan kepentingan politik praktis. Akibatnya, sebagian organisasi dinilai kehilangan kepercayaan publik dan gagal menjadi representasi suara generasi muda.

Rusdiman juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang membumi dan tidak eksklusif.

“Kepemimpinan organisasi kepemudaan harus mengakar sampai ke bawah, ke pemuda gampong dan OKP-OKP, bukan hanya berputar di elit organisasi,” katanya.

Ia bahkan meyakini, jika dipimpin figur dengan visi pembaharuan seperti Riyaldi, KNPI Aceh Selatan dapat mendorong lahirnya Qanun Kepemudaan sebagai payung hukum pembangunan pemuda daerah.

“Insya Allah jika amanah kepemimpinan KNPI diberikan kepada sosok seperti Riyaldi, maka kepemudaan Aceh Selatan akan lebih maju dan produktif,” pungkas Rusdiman.

Musda KNPI Aceh Selatan sendiri dipandang sebagai momentum penting untuk menentukan arah baru organisasi kepemudaan tersebut. Publik kini menanti apakah KNPI benar-benar mampu bertransformasi menjadi organisasi yang progresif, independen, dan dekat dengan persoalan riil generasi muda, atau justru kembali terjebak dalam rutinitas organisasi yang kehilangan daya pengaruh di tengah masyarakat.

Previous Post

Empat Rumah di Permata Hangus ‘Dilalap’ Sijago Merah

Next Post

BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Langit Aceh Barat

Next Post
BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Langit Aceh Barat

BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Langit Aceh Barat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pemerintah Aceh Percepat Kegiatan Tambahan TKD untuk Pemulihan Pasca Bencana Hidrometeorologi

Pemerintah Aceh Percepat Kegiatan Tambahan TKD untuk Pemulihan Pasca Bencana Hidrometeorologi

20/07/2026
Bupati Haili Yoga Hadiri Lepas Sambut Dandim

Bupati Haili Yoga Hadiri Lepas Sambut Dandim

20/07/2026
Dua Siswa SMKN 2 Banda Aceh Raih Beasiswa ke Tiongkok

Dua Siswa SMKN 2 Banda Aceh Raih Beasiswa ke Tiongkok

20/07/2026
Kakankemenag Aceh Timur Tinjau Sarana Prasarana MAN 1, Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan

Kakankemenag Aceh Timur Tinjau Sarana Prasarana MAN 1, Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan

20/07/2026
Rekam Jejak Strategis: Nurdiansyah Alasta Layak Jadi Nahkoda Demokrat Aceh

Rekam Jejak Strategis: Nurdiansyah Alasta Layak Jadi Nahkoda Demokrat Aceh

20/07/2026

Terpopuler

Launching Hope Coffee, Sajikan Kuah Beulangong hingga Ayam Pramugari Khas Aceh Besar

Launching Hope Coffee, Sajikan Kuah Beulangong hingga Ayam Pramugari Khas Aceh Besar

18/07/2026

Megawati akan Kukuhkan Mantan Ketua OSIS STM Meulaboh di Jajaran Pimpinan Pusat Gerakan Nelayan Tani Indonesia

Terduga Pelaku Perampokan di Tokoh Emas Tapaktuan Ditangkap Polisi

KPK Surati Gubernur Aceh hingga 23 Kepala Daerah Kabupaten/Kota, Meminta Data 10 Proyek Strategis

Siapa Sebenarnya Sosok Kapolres Abdya yang Baru, Ini Profil AKBP Ade Gita Rachmadi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com