Banda Aceh – Koordinator Posko Rakyat, Mahlizar Safdi, menerima penghargaan dari Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) atas dedikasi dan kontribusinya dalam aksi-aksi kemanusiaan di Aceh. Penghargaan tersebut diserahkan dalam sebuah acara yang dihadiri sejumlah unsur pemerintah, TNI, dunia usaha, dan komunitas kemanusiaan.
Turut hadir dalam kesempatan itu perwakilan Gubernur Aceh, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, Kepala Satgas PRR Safrizal, perwakilan Danrem Lilawangsa, serta pimpinan dari BPMA, Pema Global Energy, Bank Aceh, Bank Syariah Indonesia, Solusi Bangun Andalas (SBA), dan Medco Energi.
Dalam sambutannya, Mahlizar menyampaikan apresiasi kepada JMSI atas penghargaan yang diberikan. Ia juga mengucapkan selamat kepada Hendro Saky yang terpilih sebagai Ketua Harian JMSI beserta jajaran kepengurusan baru.
Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai upaya kemanusiaan, terutama dalam menyebarluaskan informasi terkait kebencanaan dan kondisi masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Media merupakan salah satu mitra terbesar kami dalam mengabarkan berbagai informasi kebencanaan sehingga dukungan dan kepedulian masyarakat dapat terus terbangun,” ujarnya.
Dedikasi untuk Keluarga dan Para Relawan
Mahlizar menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah pencapaian pribadi, melainkan hasil kerja kolektif dari banyak pihak yang selama ini terlibat dalam gerakan kemanusiaan Posko Rakyat.
Secara khusus, ia mendedikasikan penghargaan itu kepada istrinya yang selama berbulan-bulan harus mengurus keluarga di tengah kesibukan dirinya di lapangan.
“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk istri saya yang dengan luar biasa sabar menunggu selama lebih dari tiga bulan. Beliau harus mengurus anak-anak sambil tetap bekerja ketika saya berada di lapangan,” katanya.
Selain keluarga, penghargaan tersebut juga dipersembahkan kepada ratusan relawan dari berbagai organisasi yang terlibat dalam penanganan bencana dan pemulihan masyarakat. Para relawan, menurutnya, telah menunjukkan keberanian dan pengabdian dengan menjangkau wilayah-wilayah terpencil yang sebelumnya sulit tersentuh bantuan.
Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah di berbagai tingkatan yang selama ini memberikan ruang dan dukungan bagi berbagai langkah taktis yang dilakukan Posko Rakyat.
“Tanpa kalian, penghargaan ini tidak akan pernah ada. Semua yang teman-teman perjuangkan dan lakukan tidak lain dan tidak bukan adalah demi kemanusiaan semata, tak peduli seberat apa pun halang rintang yang menerjang,” tegasnya°
Kolaborasi Besar Berbagai Elemen
Keberhasilan berbagai aksi kemanusiaan Posko Rakyat tidak lepas dari keterlibatan banyak organisasi kepemudaan, mahasiswa, komunitas, lembaga sosial, hingga institusi pendidikan.
Beberapa organisasi yang terlibat antara lain KGPK, Satma PP, TMI, BMI, HMI, GMNI, Laskar Pemuda Aceh, Pemuda Blangkolak, Pemuda Blang Gele, Mahagapa, Aliansi Pelaku Wisata Arung Jeram Aceh Tengah, Rumah Bumi, PAWAK, Humansight, Relawan Peduli Negeri (RPN), Relawan Posko Kolaborasi, Relawan Posko Titik Tengah, Relawan Pemuda Gayo (RPG), Relawan Posko Keber Gayo, Sahabat Safar, DMC Dompet Dhuafa, Masjid Nusantara, Kita Bisa, MDMC Muhammadiyah, Lazismu, Baitul Mal Aceh Tengah, Relawan Aceh Tangguh, serta dukungan akademisi dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung.
Fokus pada Pemulihan Jangka Panjang
Meski telah menerima apresiasi dari berbagai pihak, Mahlizar menegaskan bahwa tugas kemanusiaan belum selesai. Menurutnya, masih banyak pekerjaan besar yang harus dilakukan untuk memulihkan kehidupan masyarakat terdampak.
Ke depan, Posko Rakyat akan memfokuskan perhatian pada pemulihan ekonomi masyarakat, penguatan ketahanan pangan, normalisasi sungai, perbaikan akses jalan, pembangunan kembali jembatan di Desa Reje Payung, serta pemulihan lahan pertanian yang terdampak.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah untuk terus menjaga kolaborasi yang telah terbangun selama ini.
“Kerja kita belum selesai. Masih banyak masyarakat yang membutuhkan dukungan. Karena itu, semangat gotong royong dan kolaborasi harus terus kita rawat hingga pemulihan berjalan tuntas,” pungkasnya.[]









