DEPOK – Semangat belajar tak mengenal batas ruang dan profesi. Muhammad Fakhrul Arrazi, seorang guru berdedikasi dari Kementerian Agama (Kemenag) Aceh, sukses mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka yang digelar pada Selasa (23/6/2026) di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok.
Di hadapan para penguji, guru yang sehari-hari mengajar mata pelajaran Fikih di MIN 33 Bireuen ini dengan lugas mempertahankan karyanya yang bertajuk “Making an Islamic Economy: A Study on Fatwas on Religious Authority, Fiqh Interpretation, and Contestation”.
Langkah Fakhrul meraih gelar tertinggi akademik ini dikawal oleh promotor andal, yakni Dr. Phil. Syafiq Hasyim (Wakil Rektor UIII) dan Prof. Syamsul Rijal, Ph.D. (Ketua Prodi S3 Studi Islam UIII).
Sementara itu, jajaran dewan penguji diisi oleh pakar lintas kampus, antara lain Prof. Dr. H. Alfitri, M.Ag., LL.M., Ph.D. (Dosen UIN Samarinda), Zezen Zaenal Mutaqin, S.J.D. (Dosen Studi Islam UIII), dan M. Luthfi Hamidi, Ph.D. (Dosen FEB UIII).
Di balik kesederhanaannya mengajar anak-anak madrasah di daerah, Fakhrul ternyata mengantongi rekam jejak akademis yang mentereng. Ia merupakan alumnus Fakultas Syariah Universitas Al-Azhar, Mesir untuk gelar sarjananya (S1).
Dahaga akan ilmu kemudian membawanya ke Malaysia, di mana ia merampungkan gelar magister (S2) bidang Ekonomi Syariah di University of Malaya, Kuala Lumpur. Kini, lingkaran akademiknya paripurna setelah ia menyelesaikan studi doktoral (S3) di UIII, salah satu kampus bereputasi internasional di Indonesia.
“Harapan saya, dapat berkontribusi lebih besar dengan keilmuan yang saya dapatkan di S3 ini,” ujar Fakhrul. Dedikasi dan kepulangannya ke Serambi Mekah kini dinanti, membawa amunisi ilmu baru untuk memajukan dunia pendidikan dan pengetahuan di Aceh.









