IDI- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur membangun kembali sekolah rusak akibat diterjang banjir ketika bencana hidrometeorologi melanda kabupaten tersebut akhir November 2025.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Alfarlaky bersama Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas meletakkan batu pertama pembangunan sekolah tersebut di Aceh Timur, Rabu.
“Pembangunan sekolah ini bukan sekadar membangun gedung baru, tetapi juga menanamkan harapan baru bagi generasi masa depan Aceh Timur,” kata Iskandar Usman Alfarlaky.
Menurut dia, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan sekolah yang nyaman, aman, dan berkualitas. Generasi yang lahir dari sekolah-sekolah yang baik akan menjadi modal utama dalam mewujudkan Aceh yang lebih maju di masa depan.
Bupati mengatakan pendidikan merupakan investasi jangka panjang dan mendapat perhatian serius semua pihak. Oleh karena itu, pemerintah daerah menyambut baik dukungan berbagai lembaga kemanusiaan membantu pemulihan pascabencana, khususnya di sektor pendidikan.
Iskandar Usman mengajak masyarakat mendukung proses pembangunan sekolah hingga selesai. Dan jangan sampai tidak ada pihak menghambat pekerjaan di lapangan.
“Saya juga meminta kepala dan perangkat desa mendukung penuh pembangunan ini. Tidak boleh ada pihak yang menghambat pembangunan sekolah ini karena semuanya untuk kepentingan pendidikan anak-anak kita,” kata Iskandar Usman Alfarlaky.
Sementara itu, Adi Priantyo, perwakilan Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas, mengatakan Provinsi Aceh menjadi daerah pertama mendapatkan program pembangunan sekolah pascabencana dari yayasan tersebut.
“Di antara tiga provinsi terdampak bencana di Pulau Sumatera, Aceh menjadi lokasi pertama yang mendapatkan program ini. Setelah Aceh, kami akan melaksanakan program serupa di daerah lain yang juga terdampak bencana, ” katanya.
Adi Priantyo mengatakan pembangunan SD Negeri Teumpeun direncanakan mulai dikerjakan dalam waktu dekat ini dan ditargetkan rampung pada awal Desember 2026.
“Kehadiran bangunan sekolah baru tersebut diharapkan tidak hanya memulihkan fasilitas pendidikan yang rusak akibat banjir, tetapi juga meningkatkan kualitas pendidikan bagi generasi muda di wilayah Peureulak Barat,” kata Adi Priantyo.










