LHOKSEUMAWE – Dosen Program Studi Psikologi Universitas Malikussaleh (Unimal), Rahmia Dewi M.Psi, bersama dua alumni Psikologi Unimal, Upi Sufriana S.Psi dan Mira Novita S.Psi yang kini bertugas sebagai konselor di UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Aceh Utara, menjadi fasilitator dalam kegiatan Support Group bagi perempuan dan anak korban kekerasan di Kabupaten Aceh Utara.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 10–11 Juni 2026, di The Kaluna Resort, Leupung, Aceh Besar, tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat proses pemulihan psikologis para penyintas melalui pendekatan kelompok yang aman, suportif, dan partisipatif.
Acara dibuka oleh Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Aceh Utara, Fakruradhi MH. Turut hadir Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Juwoi Juariah SH, serta Kepala UPTD PPA Aceh Utara, Nurmiati MAP.
Fakruradhi menyampaikan bahwa pemulihan korban kekerasan tidak hanya membutuhkan penanganan hukum dan perlindungan fisik, tetapi juga pendampingan psikologis yang berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan seperti support group menjadi ruang yang sangat penting untuk membantu para korban kembali membangun rasa percaya diri dan optimisme dalam menjalani kehidupan.
Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta mengikuti berbagai aktivitas yang dirancang secara interaktif dan menyenangkan. Mulai dari senam pagi, permainan membangun kebersamaan, refleksi diri, kegiatan “Jaring Kekuatan”, “Pohon Harapan”, sesi berbagi pengalaman, hingga latihan mengenali potensi dan kekuatan diri.
Seluruh rangkaian kegiatan disusun untuk menciptakan suasana yang aman, nyaman, serta penuh penerimaan sehingga peserta dapat mengekspresikan pengalaman dan emosinya tanpa rasa takut maupun stigma.
Rahmia Dewi menjelaskan bahwa pendekatan support group memberikan kesempatan bagi para penyintas untuk saling menguatkan melalui pengalaman yang mereka miliki. Dukungan dari sesama penyintas dinilai mampu mempercepat proses pemulihan psikologis sekaligus membangun ketahanan mental.
“Kami berharap para peserta menyadari bahwa mereka tidak sendiri. Melalui kebersamaan dan dukungan dari sesama penyintas, mereka dapat menemukan kekuatan baru untuk bangkit serta melanjutkan proses pemulihan dengan lebih percaya diri,” katanya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari aktivitas kelompok hingga diskusi reflektif. Suasana yang hangat dan penuh empati membuat para peserta merasa lebih dihargai, didengarkan, dan memiliki ruang yang aman untuk berbagi pengalaman hidup.
Sejumlah peserta mengaku memperoleh manfaat positif setelah mengikuti kegiatan tersebut. Selain memberikan pengalaman yang menyenangkan, support group membantu mereka merasa lebih rileks, mengurangi beban psikologis, meningkatkan kesehatan mental, serta menumbuhkan optimisme dalam menghadapi masa depan. Dukungan yang terbangun antarpeserta juga menjadi sumber kekuatan baru dalam menjalani proses pemulihan.
Kolaborasi antara Program Studi Psikologi Universitas Malikussaleh, UPTD PPA Aceh Utara, dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara ini diharapkan menjadi model sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam memberikan layanan pendampingan psikososial bagi korban kekerasan.[]










