Banda Aceh – Di saat sebagian besar mahasiswa memanfaatkan masa libur semester untuk beristirahat, tiga mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Ar-Raniry Banda Aceh justru memilih jalan berbeda. Selama 45 hari ke depan, mereka akan ditempa melalui Praktikum Micro (magang) di Forum Bangun Aceh (FBA), sebuah lembaga non-pemerintah (NGO) yang selama ini aktif menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat di Aceh.
Praktikum ini bukanlah magang biasa. Mahasiswa tidak hanya menjalankan pekerjaan administratif di kantor, melainkan akan terjun langsung ke tengah masyarakat untuk memahami sekaligus mempraktikkan proses pemberdayaan secara nyata.
Forum Bangun Aceh dipilih sebagai lokasi praktikum karena dinilai memiliki pengalaman panjang dalam mendampingi masyarakat di berbagai sektor pembangunan. Lembaga ini menjadi ruang belajar yang relevan bagi mahasiswa PMI untuk mengintegrasikan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan dinamika sosial yang mereka temui langsung di lapangan.
Selama menjalani praktikum, mahasiswa akan mempelajari sekaligus mengimplementasikan berbagai pendekatan pemberdayaan masyarakat, seperti Asset-Based Community Development (ABCD), Participatory Action Research (PAR), Community Education, Case Work, hingga berbagai metode pendampingan komunitas yang menjadi kompetensi utama lulusan Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam.
Dosen tetap Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam UIN Ar-Raniry, Dhian Ismi, menegaskan, “manfaatkanlah waktu praktikum micro di Forum Bangun Aceh ini dengan sebaik-baiknya. Di sinilah kalian akan ditempa dan digembleng agar mampu menerapkan teori yang selama ini dipelajari di ruang kuliah ke dalam praktik pemberdayaan masyarakat yang sesungguhnya.”
Perwakilan FBA, Syura, menyampaikan, “selamat datang di Forum Bangun Aceh. Di sini kalian tidak hanya belajar, tetapi akan ikut berproses bersama masyarakat. Kalian akan melihat bagaimana sebuah program dirancang, didiskusikan, dijalankan, hingga dievaluasi bersama warga.”
Selain mendampingi berbagai kegiatan pemberdayaan yang sedang berlangsung, mahasiswa juga akan dilibatkan dalam implementasi Program BERSAMA periode 2025–2028 yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan kelembagaan lokal, serta peningkatan kemandirian komunitas melalui pendekatan partisipatif.
Kolaborasi antara UIN Ar-Raniry dan Forum Bangun Aceh diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya menguasai konsep akademik, tetapi juga memiliki pengalaman lapangan, kepekaan sosial, kemampuan memfasilitasi masyarakat, serta kesiapan menjadi agen perubahan bagi pembangunan Aceh.

![[Opini] Pengawalan Kepada Pemerintah Harus Produktif, HMI Sigli Jangan Kehilangan Jati Diri](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-28-at-11.37.57-75x75.jpeg)

![[Opini] Pengawalan Kepada Pemerintah Harus Produktif, HMI Sigli Jangan Kehilangan Jati Diri](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-28-at-11.37.57-120x86.jpeg)






